36 Istilah-Istilah Penting dalam Perdagangan Saham, yang Harus Diketahui oleh Investor Pemula


Source : idx.co.id

Editor : Made Kusumawati *)
(Disarikan dari berbagai sumber)


Saat hendak memulai perdagangan saham, khususnya bagi investor pemula, hendaknya terlebih dahulu mengetahui berbagai istilah yang sering dipergunakan. Sehingga proses jual-beli dapat berjalan lancar, dan informasi-informasi yang diterima dapat segera dipahami, serta permasalahan-permasalahan yang muncul di tengah-tengah waktu perdagangan saham dapat segera diatasi, dikarenakan kita sudah mengerti apa konteksnya.

Berikut diberikan beberapa istilah yang sering dipergunakan di pasar saham beserta penjelasannya.
Semoga bermanfaat.


1. Emiten

Emiten adalah sebutan untuk perusahaan yang menerbitkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

2. IHSG

IHSG singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan, yang merupakan suatu angka yang mengukur kinerja harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

IHSG dibuat dengan tujuan memantau kinerja pasar saham di Indonesia secara keseluruhan.

3. Kustodian

Kustodian adalah lembaga keuangan yang menyimpan dan menjamin aset investasi nasabah di pasar modal dengan aman untuk meminimalisir risiko penyalahgunaan, pencurian, dan kehilangan aset.

4. IPO

IPO yang merupakan singkatan dari Initial Public Offering merujuk pada perusahaan yang melakukan penawaran umum saham perdana di bursa efek.

5. Go Public

Go Public adalah kegiatan penawaran umum saham atau efek lainnya (obligasi) dari suatu perusahaan kepada publik yang dilakukan melalui bursa efek.

6. Go Private

Go Private adalah istilah yang merujuk pada perusahaan terbuka yang ingin merubah statusnya menjadi perusahaan tertutup dengan cara membeli semua saham yang beredar di masyarakat.

7. Growth Stock

Growth Stock adalah saham-saham yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan di atas rata-rata. Saham-saham yang termasuk kategori Growth Stock umumnya sering diincar investor meskipun harga sahamnya dijual lebih tinggi dari nilai perusahaan.

8. Portfolio

Portfolio adalah kumpulan investasi yang dilakukan oleh seorang investor atau sebuah institusi/perusahaan.

Di pasar saham portfolio merujuk pada saham-saham apa saja yang dikoleksi baik oleh seorang investor maupun institusi/perusahaan.

9. Kapitalisasi Pasar

Kapitalisasi pasar (market cap) adalah nilai pasar keseluruhan dari suatu perusahaan/ emiten. Nilai kapitalisasi pasar diperoleh dengan cara mengalikan harga saham emiten saat ini dengan total jumlah saham yang beredar.

10. Listing dan Delisting

Listing adalah proses pencatatan saham dari suatu perusahaan di bursa efek sehingga bisa mulai diperdagangkan oleh investor.

Sedang Delisting adalah penghapusan pencatatan dari suatu perusahaan di bursa efek, sehingga sahamnya tidak bisa lagi diperdagangkan di bursa efek.

11. Bearish

Bearish adalah istilah dalam perdagangan saham untuk menggambarkan kondisi pasar saham yang sedang mengalami tren penurunan atau pelemahan.

12. Bullish

Bullish merupakan kebalikan dari bearish, yaitu situasi yang menggambarkan kondisi pasar saham yang sedang dalam tren kenaikan atau penguatan.

13. Rally

Rally adalah masa di mana terjadi peningkatan secara tajam dari harga suatu saham. Rally bisa terjadi lebih dari satu hari perdagangan saham.

14. Breakout

Breakout merupakan istilah yang kerap digunakan saat melakukan analisis teknikal saham. Istilah Breakout merujuk pada kondisi di mana harga saham berhasil melewati area support atau resistance.

Harga saham dikatakan melewati area support bila mengalami penurunan di bawah suatu titik tertentu dalam grafik saham. 

Sebaliknya harga saham dikatakan melewati area resistance bila mengalami kenaikan tinggi melewati suatu titik tertentu dalam grafik saham.

Dalam analisis teknikal saham, momen breakout kerap dijadikan sebagai penentu saatnya untuk melakukan pembelian atau penjualan saham.

15. Buy Back

Buy Back diartikan sebagai pembelian kembali saham yang beredar di publik (bursa efek) yang dilakukan oleh emiten yang menerbitkan saham tersebut.

16. Capital Gain/Loss

Capital Gain artinya keuntungan yang diperoleh dari hasil investasi saham dengan melakukan penjualan saham di atas harga pembelian.

Sedang Capital Loss artinya kerugian yang diderita oleh investor ketika melakukan penjualan saham di harga yang lebih rendah dari harga pembelian.

17. Cut Loss

Cut Loss diartikan sebagai penjualan saham yang sedang mengalami penurunan segera sebelum harganya terus menurun.

Cut Loss merupakan strategi untuk meminimalisir kerugian dalam investasi saham, di mana berdasarkan analisa teknikal investor menganggap harga saham tidak akan segera naik dalam waktu dekat.

18. Average Down/Up

Average Down merupakan strategi yang dilakukan oleh investor untuk kembali melakukan pembelian saham ketika harganya sedang turun, dengan tujuan mendapatkan harga rata-rata pembelian saham yang lebih murah.

Strategi Average Down ini biasanya dilakukan oleh investor ketika percaya bahwa harga saham yang telah mengalami penurunan akan segera berbalik arah (naik) dalam waktu dekat.

Sementara Average Up merupakan kebalikan dari Average Down, di mana investor melakukan pembelian saham kembali (untuk menambah jumlah lot) ketika harga saham sedang mengalami kenaikan.

Strategi Average Up ini biasanya dilakukan oleh investor ketika percaya bahwa harga saham akan cenderung mengalami penguatan (bullish) dalam beberapa hari ke depan. Sehingga penambahan jumlah lot diharapkan dapat meningkatkan jumlah keuntungan yang akan diperoleh.

19. Dividen

Dividen adalah bagian dari laba perusahaan pada suatu periode yang berdasarkan keputusan manajemen perusahaan dibagikan kepada pemegang saham. Dividen biasanya dibagikan secara rutin 1-2 kali dalam setahun.

20. Dividend Payout Ratio

Dividend Payout Ratio adalah perbandingan antara total dividen yang dibayar kepada pemegang saham terhadap total laba bersih perusahaan dalam suatu periode, dan ditampilkan dalam bentuk persentase.

21. Dividend Yield

Dividend Yield adalah rasio tingkat keuntungan yang diberikan oleh perusahaan kepada pemegang saham dalam periode satu tahun. Dividend Yield diperoleh dengan cara membagi dividen tahunan per saham dengan harga saham saat ini.

22. Bandar

Bandar merupakan istilah umum yang sering digunakan di pasar modal, yang merujuk pada suatu pihak yang memiliki modal besar dan berpeluang menggerakkan harga saham di pasar modal.

Istilah bandar umumnya ditujukan pada suatu institusi seperti perusahaan sekuritas atau manajer investasi daripada kelompok investor atau individu, meskipun investor atau individu tetap memiliki kemungkinan untuk menggerakkan harga saham.

23. Auto Rejection

Auto Rejection merupakan batas maksimum kenaikan dan penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan. Auto Rejection ada 2, yaitu ARA dan ARB.

ARA singkatan dari Auto Rejection Atas, yang merujuk pada batas maksimum kenaikan harga saham dalam satu hari perdagangan.

Sedang ARB atau Auto Rejection Bawah adalah kebalikan dari ARA, yaitu batas maksimum penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan.

Jika kita memasukkan harga beli ataupun harga jual di luar batas yang telah ditentukan oleh BEI, maka transaksi otomatis ditolak oleh bursa.

Untuk lebih jelasnya mengenai ketentuan ARA dan ARB ini, anda dapat membacanya di artikel yang sudah saya posting di Blog ini. Silakan klik judul berikut :


24. Haka

Haka atau Hajar Kanan merupakan istilah umum dalam aktivitas perdagangan saham yang merujuk pada pembelian saham di harga penawaran (offer), sehingga investor dapat segera memiliki saham tanpa perlu mengantri.

25. Haki

Haki atau Hajar Kiri merupakan istilah umum dalam aktivitas perdagangan saham yang merujuk pada penjualan saham di harga permintaan (bid), sehingga saham yang dimiliki dapat segera terjual tanpa perlu mengantri.

26. Lot

Lot merupakan satuan yang digunakan dalam perdagangan saham di bursa, di mana satu lot berarti 100 lembar saham. Pembelian maupun penjualan saham hanya dapat dilakukan dalam satuan lot ini.

27. Fraksi Harga

Fraksi harga mengacu pada perubahan minimun pada harga saham. Sesuai keputusan BEI, telah ditetapkan lima fraksi harga yang berbeda untuk lima kelompok harga saham.

Penjelasan mengenai fraksi harga ini dapat dibaca pada artikel yang sudah saya posting di Blog ini. Silakan klik judul artikel berikut :

Beberapa Ketentuan yang Harus Diperhatikan oleh Investor Pemula Saat Perdagangan Saham

28. Halting

Halting adalah penghentian perdagangan saham untuk sementara waktu di bursa efek, yang disebabkan oleh kenaikan/penurunan harga saham yang tidak wajar tanpa didukung informasi yang relevan.

29. Suspend

Suspend atau yang diterjemahkan sebagai Suspensi merupakan penghentian sementara perdagangan suatu saham di bursa efek yang umumnya disebabkan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh emiten atau permasalahan pelik yang sedang dihadapi emiten (misalnya terkait pembayaran hutang, dsb), sehingga pihak BEI harus melakukan penghentian sementara perdagangan saham.

30. HMETD

HMETD adalah singkatan dari Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Ini merupakan hak yang melekat pada saham yang memungkinkan pemegang saham untuk membeli efek baru yang diterbitkan oleh emiten, sebelum ditawarkan kepada pihak lain.

31. Saham Blue Chip

Saham Blue Chip merujuk pada kelompok saham dari emiten-emiten yang dinilai memiliki fundamental kuat/bagus, memiliki kinerja keuangan yang baik, kapitalisasi pasar besar, rutin membagikan dividen, sehingga dapat dikatakan sebagai pemimpin pasar (market leader) di industrinya.

Saham Blue Chip juga biasa disebut sebagai saham lapis satu.

32. Saham Middle Cap

Saham Middle Cap atau biasa disebut sebagai saham lapis dua adalah saham-saham yang memiliki kinerja baik dan cukup likuid (volume perdagangan harian lumayan tinggi), namun dari segi kapitalisasi pasar masih di bawah dari kelompok saham Blue Chip. Selain itu, harga saham Middle Cap juga biasanya lebih murah daripada harga saham Blue Chip.

33. Saham Small Cap

Saham Small Cap atau biasa disebut sebagai saham lapis tiga, yaitu saham yang memiliki kapitalisasi pasar rendah namun cukup likuid (volume perdagangan harian lumayan tinggi), sehingga mudah dimanipulasi dan menyebabkan pergerakan harga saham sangat fluktuatif.

34. Stock Split

Stock Split adalah pemecahan harga saham dalam rasio tertentu, sehingga meningkatkan jumlah saham beredar dan menyebabkan harga saham per lembar menjadi turun. Stock Split merupakan salah satu aksi korporasi yang biasanya diambil ketika harga saham di pasar sudah dianggap tinggi. Sehingga patut dilakukan pemecahan harga, agar volume perdagangan menjadi lebih likuid.

35. Profit Taking

Profit Taking merupakan aksi ambil untung oleh investor dengan cara menjual seluruh atau sebagian saham yang dimiliki saat harganya sedang lebih tinggi daripada harga beli.

36. Saham Gorengan

Suatu saham dikatakan sebagai Saham Gorengan jika saham tersebut tidak memiliki fundamental bagus, kapitalisasi pasar kecil, sehingga harganya dapat direkayasa oleh pihak tertentu, dan membuat pergerakan harganya sangat fluktuatif.

Investor pemula wajib mengenali saham-saham mana saja yang tergolong Saham Gorengan, karena berisiko tinggi.




* * * * * * *

*Penulis adalah seorang Blogger, Content Creator, Investor, Automotive Lover, Digital Enthusiast, dan CorComm. Practicer.


Perhatian!
Dilarang keras meng-copy atau menyalin untuk keperluan apapun sebagian maupun seluruhnya dari tulisan karya “Made Kusumawati” tanpa seijin penulis!

Komentar

Artikel Populer di Blog ini

Cerita Inspiratif : Janganlah Sombong dan Meremehkan Orang Lain

Tips Memilih Investasi yang Sesuai Minat dan Karakter Pribadi

Yuks Kita Belajar Sopan Santun Agar Menjadi Pribadi Yang Menyenangkan

Mengapa Orang Mudah Tergoda Investasi Bodong? Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong Agar Anda Terhindar

Mengenal Farel Prayoga, Penyanyi Cilik Yang Mengguncang Istana. Inspirasi Bagi Generasi Muda

Yuk Berpartipasi dalam Program Kampanye "Yuk Nabung Saham" Yang Dicanangkan oleh BEI (Bursa Efek Indonesia)

7 Cara Menghasilkan Uang dari Internet

Inilah 3 Pengibar Bendera Merah Putih Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945

Cerita Inspiratif : Jadilah Anak Yang Mandiri!

Cerita Inspiratif : Jangan Pernah Menagih Hutang!