Cerita Inspiratif : Jangan Pernah Menagih Hutang!

Source : Pngset

Cerita inspiratif berikut menggambarkan bahwasanya nasihat atau petuah dari seseorang, sebelum dilaksanakan hendaknya dicerna terlebih dahulu, agar kelak diperoleh hasil yang positif, dan bukan justru sebaliknya. 

* * * * * * *

Pada suatu masa adalah sebuah keluarga, yang terdiri dari seorang ayah, ibu dan dua orang anak laki-laki yang beranjak dewasa. 

Saat sang ayah dalam kondisi sakit-sakitan, dan berfirasat bahwa usianya tidak akan lama lagi, maka berpesanlah ia kepada kedua anaknya. 

“Ingatlah dua hal penting ini, anak-anakku,” sang ayah berkata. 

“Pertama, jangan pernah kamu menagih piutang. 

Kedua, jangan pernah tubuhmu terkena terik matahari secara langsung.” 

Begitulah pesan singkat dari sang ayah, tanpa memberikan penjelasan detail dari masing-masing pesan yang ia sampaikan.
 
Tak berapa lama kemudian, wafatlah sang ayah. Dan kedua anaknya mencoba mencari peruntungan dengan berbisnis di kota yang berbeda. 

Setelah 5 tahun berlalu, sang ibu yang merasa kangen dengan anak-anaknya karena sudah lama tak berjumpa, pergi menengok kedua anaknya tersebut.

Pertama-tama sang ibu menengok anak sulungnya. 

“Wahai anak sulungku kenapa kondisimu jadi seperti ini?” tanya sang ibu dengan nada lirih, melihat kondisi anak sulungnya yang morat-marit akibat bisnisnya tidak sukses. 

Lantas si sulung pun menjawab : 
“Saya mengikuti pesan ayah, bu…. 
Ayah bilang, kalau saya dilarang menagih piutang kepada siapapun, sehingga banyak piutang yang tidak dibayar oleh pelanggan-pelanggan saya, dan lama kelamaan habislah modal saya, bu. 

Terus ayah melarang saya terkena sinar matahari secara langsung. Sementara saya hanya memiliki sepeda motor. Itu sebabnya kenapa saya pergi dan pulang kantor selalu naik taksi. 
Sehingga… ya beginilah akhirnya." 

Sang anak sulung menjelaskan dengan muka memelas. 

Sang ibu hanya bisa merenung mendengarkan penjelasan dari si sulung. Lantas ia beranjak pergi mengunjungi tempat tinggal si bungsu. 

Source : Cleanpng

Betapa terkejutnya sang ibu, mengetahui ternyata si bungsu sekarang telah menjadi pebisnis sukses. 

Dengan rasa penasaran sang ibu bertanya, “Wahai anakku, hidupmu sedemikian beruntung, apa rahasianya?” 

Maka si bungsu pun menjawab : 
“Ini berkat saya mengikuti pesan ayah, bu…. 

Pesan yang pertama, saya dilarang menagih piutang kepada siapa pun. Maka dari itu saya tidak pernah memberikan hutang kepada siapa pun. Melainkan saya kerap memberi sedekah sehingga modal saya menjadi berkah. 

Pesan kedua, saya dilarang terkena sinar matahari secara langsung. Oleh karena saya hanya punya sepeda motor, maka saya selalu berangkat sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam. Sehingga para pelanggan tahu bahwa toko saya buka lebih pagi dan tutup lebih sore.” 

* * * * * * * 

Moral dari cerita ini : 

Mindset atau cara pandang yang berbeda dalam menyikapi suatu nasihat atau pesan, akan memberikan hasil yang berbeda pula. 

Oleh karena itu, jika ingin sukses pikirkan dan pertimbangkanlah masak-masak langkah yang ingin kita tempuh agar tidak salah jalan. Setiap masukan, saran, maupun nasihat harus dicerna terlebih dahulu sebelum diimplementasikan. 

Bila perlu buatlah perencanaan dengan disertai target terukur. Sehingga akan menuntun kita menuju keberhasilan, dan bukan sebaliknya justru membawa kita ke jurang kesengsaraan. 

Komentar

Artikel Populer di Blog ini

Cerita Inspiratif : Janganlah Sombong dan Meremehkan Orang Lain

Tips Memilih Investasi yang Sesuai Minat dan Karakter Pribadi

Yuks Kita Belajar Sopan Santun Agar Menjadi Pribadi Yang Menyenangkan

Mengapa Orang Mudah Tergoda Investasi Bodong? Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong Agar Anda Terhindar

Mengenal Farel Prayoga, Penyanyi Cilik Yang Mengguncang Istana. Inspirasi Bagi Generasi Muda

Yuk Berpartipasi dalam Program Kampanye "Yuk Nabung Saham" Yang Dicanangkan oleh BEI (Bursa Efek Indonesia)

7 Cara Menghasilkan Uang dari Internet

Inilah 3 Pengibar Bendera Merah Putih Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945

Cerita Inspiratif : Jadilah Anak Yang Mandiri!