Yuk Berpartipasi dalam Program Kampanye "Yuk Nabung Saham" Yang Dicanangkan oleh BEI (Bursa Efek Indonesia)
Penulis : Made Kusumawati *)
Apa itu program Yuk Nabung Saham?
Mengutip situs idx.co.id milik Bursa Efek Indonesia, Yuk Nabung Saham (YNS) merupakan kampanye yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengajak masyarakat sebagai calon investor untuk berinvestasi di pasar modal dengan membeli saham secara rutin dan berkala.
Kampanye ini dimaksudkan agar merubah kebiasaan masyarakat Indonesia dari kebiasaan menabung menjadi berinvestasi, sehingga masyarakat Indonesia mulai bergerak dari saving society menjadi investing society.
Kampanye Yuk Nabung Saham ini diluncurkan pada tanggal 12 November 2015 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Muhammad Jusuf Kalla di Main Hall Gedung Indonesia Stock Exchange.
Latar Belakang
Sebagai upaya dalam mengembangkan industri pasar modal di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berupaya senantiasa mengedukasi masyarakat sehingga bukan hanya terjadi penambahan jumlah investor baru, namun juga peningkatan kebutuhan investasi di pasar modal, yang secara tidak langsung akan meningkatkan jumlah investor aktif di pasar modal Indonesia.
Berdasarkan data yang dirilis oleh BEI di situs idx.co.id, total jumlah investor di pasar modal Indonesia per 29 Desember 2021 telah meningkat 92,7% menjadi 7,48 juta investor dari sebelumnya 3,88 juta investor per akhir Desember 2020. Jumlah ini meningkat hampir 7 kali lipat dibandingkan tahun 2017.
Secara khusus, pertumbuhan investor ritel pada tahun 2021 ditopang oleh kalangan Milenial (kelahiran 1981-1996) dan Gen-Z (kelahiran 1997 – 2012) atau rentang usia ≤ 40 tahun sebesar 88 persen dari total investor ritel baru (per November 2021). Lonjakan pertumbuhan jumlah investor ritel turut berdampak terhadap dominasi investor ritel terhadap aktivitas perdagangan harian di BEI yang mencapai 56,2% dari tahun sebelumnya sebesar 48,4%.
Bagaimana? Anda tertarik untuk berpartisipasi dalam program ini?
Jika anda tertarik, yuks simak uraian di bawah ini. Semoga bermanfaat.
* * * * * * *
Berdasarkan penjelasan yang saya sarikan dari situs BEI tersebut di atas, bagi anda yang masih awam tentang dunia per-saham-an namun ingin berpartisipasi pada program tersebut, berikut saya coba berikan langkah-langkahnya :
1. Kenali karakter dan minat anda dalam berinvestasi
Sebelum memulai berinvestasi saham, ada baiknya terlebih dahulu anda mengenali karakter diri anda dalam berinvestasi. Apakah anda tergolong seseorang yang menyukai tantangan dalam berinvestasi yang mengandung risiko? Atau sebaliknya apakah anda tergolong seseorang yang lebih suka main aman dalam berinvestasi, dan tidak suka merasa dag-dig-dug tatkala mengetahui nilai investasi anda naik-turun?
Untuk lebih jelasnya anda dapat membaca tulisan saya yang sudah di-posting sebelumnya, berjudul :
(Silakan klik judul di atas untuk membaca artikel).
Di tulisan tersebut, anda dapat mengetahui apakah berinvestasi saham cocok bagi karakteristik pribadi anda, baik dalam hal menanggung risiko atau mungkin lebih tepatnya "me-manage risiko", dan apakah anda punya minat dan waktu luang untuk mempelajari seluk-beluk saham. Sebab berinvestasi saham itu boleh dibilang sama saja dengan memiliki perusahaan, meskipun nilai investasi kita tidak besar, namun nilai tersebut akan berkembang atau tidaknya tergantung kondisi bisnis dan kinerja perusahaan yang sahamnya kita beli.
Setelah membaca artikel saya tersebut, lantas jika menurut pertimbangan anda ternyata anda cocok berinvestasi saham, maka langkah selanjutnya adalah : Mulai bergerak untuk mewujudkannya!
2. Menyisihkan Dana Secara Rutin
Yang namanya "nabung" tentu bermakna menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk ditabung. Jikalau sebelumnya dana yang disisihkan tersebut disimpan dalam rekening tabungan di bank, maka dalam pengertian "Yuk Nabung Saham" dana disimpan di rekening saham, untuk kemudian dibelikan saham secara berkala dan sesuai hasil analisa. Sehingga seperti harapan BEI di atas, masyarakat dapat bergerak dari saving society menjadi investing society. Dan dengan semakin banyaknya masyarakat yang berinvestasi saham, maka tentu akan memperkuat pasar modal Indonesia, sehingga tidak melulu didominasi oleh investor asing.
Yang dimaksud menyisihkan dana secara rutin, adalah menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulannya. Di mana anda mesti terlebih dahulu mengalokasikan penghasilan bulanan anda untuk :
- Kebutuhan rutin harian dan bulanan.
- Kebutuhan darurat, misalnya untuk berobat jika anda atau ada anggota keluarga anda yang sakit, untuk renovasi rumah jikalau tiba-tiba ada bagian penting di rumah anda yang mengalami kerusakan.
-Kebutuhan tidak rutin. Maksudnya bukan kebutuhan yang muncul setiap bulan, tapi juga tidak bersifat darurat alias dapat direncanakan pengeluarannya. Seperti perpanjangan STNK kendaraan, yang mana dilakukan setahun sekali, atau ada anak yang mau masuk sekolah SD misalnya, atau bisa juga alokasi untuk liburan yang dilakukan sekali atau dua kali setahun.
- Jika anda bekerja sebagai karyawan kontrak, atau sebagai pekerja mandiri atau wirausaha, di mana penghasilan anda setiap bulannya fluktuatif, maka sebaiknya anda memiliki dana cadangan yang sewaktu-waktu dapat digunakan jika tiba-tiba kontrak kerja anda diputus, sementara anda tidak serta merta langsung mendapatkan pekerjaan yang baru. Demikian pula jika penghasilan anda fluktuatif, maka dana cadangan dapat anda gunakan di saat paceklik.
Berdasarkan uraian di atas, jadi dana yang akan anda gunakan untuk nabung saham harus benar-benar dana nganggur, yang tidak akan digunakan sewaktu-waktu atau dalam waktu dekat. Sebab kita sama-sama tahu bahwa harga saham fluktuatif, sehingga jika saham yang sudah kita beli harganya sedang turun, maka kita tidak serta merta menjualnya dikarenakan dananya sedang dibutuhkan. Karena ini sama saja dengan cut loss, di mana kita justru mengalami kerugian! Dan celakanya lagi, jika setelah saham kita jual, trus harga saham malah melambung, duh... nyeselnya bukan main! Jangan sampai anda mengalami hal yang seperti ini.
Oleh karena itu, menentukan berapa jumlah dana yang mesti anda sisihkan secara rutin setiap bulannya termasuk hal yang krusial. Jangan sampai anda menjadi greedy alias rakus, dengan berinvestasi secara berlebihan bahkan hingga berhutang, yang berakibat terganggunya kondisi keuangan anda dan keluarga secara keseluruhan.
3. Memulai Berinvestasi Saham
Setelah besaran nilai dana yang disetor secara rutin sudah anda tentukan, maka langkah selanjutnya adalah memulai berinvestasi saham dengan langkah-langkah sebagai berikut :
- Melakukan screening atau pemilihan perusaahaan Sekuritas yang cocok
- Mendaftar ke perusahaan Sekuritas
- Melakukan analisa terhadap saham-saham yang akan dibeli
- Memulai bertransaksi jual-beli
- Me-review secara rutin hasil investasi yang telah dilakukan
Selain langkah-langkah tersebut, jangan lupa untuk terus meng-update pengetahuan anda seputar investasi saham, agar nilai investasi anda terus bertumbuh, serta jangan lupa selalu mengikuti perkembangan ekonomi dan dunia investasi. Karena investasi yang anda jalankan akan dipengaruhi oleh situasi-situasi yang melingkupinya.
Semoga artikel saya ini bermanfaat, dan selamat berinvestasi!
* * * * * * *
*Penulis adalah seorang Blogger, Content Creator, Investor, Automotive Lover, Digital Enthusiast, Strategic Mgmt and CorComm. Practicer.
Perhatian!
Dilarang keras meng-copy atau menyalin untuk keperluan apapun sebagian maupun seluruhnya dari tulisan karya “Made Kusumawati” tanpa seijin penulis!
Dilarang keras meng-copy atau menyalin untuk keperluan apapun sebagian maupun seluruhnya dari tulisan karya “Made Kusumawati” tanpa seijin penulis!

Komentar
Posting Komentar