Tips Memilih Investasi yang Sesuai Minat dan Karakter Pribadi

Source : cleanpng

Penulis : Made Kusumawati *)

Suatu hari ada seorang teman bertanya kepada saya, "Menurut kamu investasi apa yang paling bagus? Apakah saham, forex, reksadana, emas, properti, atau yang sekarang lagi ngetren, yaitu crypto currency?"

Jujur, sebenarnya bingung juga menjawabnya. Mengingat selama ini saya hanya berinvestasi saham saja. Kalau yang lain juga pernah, tapi berhubung gak berhasil, maka langsung saya jual dan saya alihkan ke saham.

Sebelum menjawab pertanyaaan teman saya tersebut, saya teringat dulu pernah membaca artikel yang menurut saya menarik tentang investasi. Makanya masih melekat dalam ingatan saya hingga kini.

Di artikel tersebut, ada seseorang yang hendak berinvestasi reksadana. Namun ketika ditanya apa alasan dia memilih reksadana, dia menjawab tidak tahu. Dan begitu juga ketika ditanya apa itu reksadana, dia pun menjawab tidak tahu pula.

"Tidak sedikit di antara kita yang saat hendak berinvestasi ke suatu perangkat investasi, tidak tahu seluk-beluknya."

Jadi poinnya di sini adalah, saat hendak berinvestasi kita harus cari tahu seluk-beluknya dan mempelajari bagaimana cara agar kita bisa memperoleh keuntungan, serta bagaimana trik agar terhindar dari kerugian atau setidaknya meminimalisir kerugian.

Jika selama ini kita tertarik terhadap suatu jenis investasi hanya dikarenakan kita tergiur akan keuntungan besar yang diperoleh orang-orang di sekitar kita, seperti teman, saudara, tetangga atau bisa juga dari postingan di media sosial maupun iklan tanpa berkehendak mendalami seluk-beluknya, berarti kita tergolong orang yang suka berspekulasi. Jikalau kita memperoleh keuntungan, maka berarti kita sedang beruntung, sebaliknya jikalau kita merugi berarti kita lagi apes. 

"Jangan samakan investasi dengan spekulasi. Jika kita menjalani investasi dengan benar, ada hitung-hitungan atau analisa dan riset yang mesti dilakukan."

Lantas mengapa dalam suatu perangkat investasi, misalkan saham, ada orang-orang yang selalu memperoleh keuntungan dan jarang merugi sehingga nilai investasinya cenderung meningkat dari waktu ke waktu?

Jawabnya simpel, mereka sangat mengetahui seluk-beluk investasi tersebut, dan mereka menyadari bahwa sekecil apapun uang yang mereka investasikan harus bermakna, bukan untuk dipertaruhkan seperti dalam permainan judi. Selain itu mereka pada dasarnya memiliki ketertarikan terhadap jenis investasi yang saat ini mereka geluti, sehingga dari situ akan muncul keinginan untuk mempelajari lebih dalam.

Saat ini ada beragam jenis investasi seperti saham, reksadana, forex, crypto, emas, hingga properti. Biasanya jenis-jenis investasi yang lagi ngetren dan banyak diperbincangkan baik di media sosial maupun media massa, adalah jenis investasi yang bisa mendatangkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Seperti yang terjadi belakangan ini, banyak yang tertarik untuk berinvestasi crypto, sementara di masa pandemi investasi properti agak dilupakan, karena melakukan jual-beli properti di tengah situasi ekonomi yang sedang turun tentu bukan hal mudah. Selain itu investasi forex juga sempat ramai diminati investor, serta saham-saham yang harganya sempat melonjak di masa pandemi seperti saham-saham rumah sakit, farmasi dan komoditas, juga sempat ramai diborong para investor. 

Namun berapa banyak yang benar-benar meraih keuntungan secara konsisten dari waktu ke waktu hingga kekayaannya terus meningkat? Tentu tidak banyak, bukan? Sebab apa yang mereka kejar adalah sesuatu yang bersifat seasonal alias musiman, diburu saat ramai dan ditinggalkan saat sudah jenuh. Syukur-syukur jika kita bisa kecipratan keuntungan, namun jika kita ketinggalan kereta bukannya keuntungan yang didapat tapi malah kerugian yang mesti kita tanggung. 

Nah, dari sini pertanyaan dari teman saya sedikit demi sedikit mulai terjawab. Jadi dari beberapa jenis investasi yang disebutkan di atas, masing-masing ada masa pasang-surutnya, maksudnya ada masa di mana jenis investasi tersebut jadi "trending topic" dan ada masanya "dilupakan". Jenis investasi yang sedang "dilupakan" atau sedang tidak ramai diserbu para investor, bukan berarti tidak mampu memberikan keuntungan yang lumayan besar.

Sebagai contoh investasi properti, ada masa pasang ada masa surutnya. Di saat kondisi ekonomi kurang kondusif tentu berinvestasi properti kurang menarik, dikarenakan harga properti umumnya anjlok di masa seperti ini. Sehingga untuk menjualnya tentu tidaklah mudah. Akan tetapi begitu kondisi ekonomi mulai pulih, di mana daya beli masyarakat juga membaik, tentu berinvestasi properti menjadi menarik karena properti-properti yang berada di lokasi strategis akan mengalami kenaikan yang lumayan besar.

Contoh lain lagi di pasar modal misalnya, investor yang dikenal dengan julukan "Warren Buffet" nya Indonesia, yaitu Lho Keng Hong, beliau tidak pernah meninggalkan pasar modal dalam keadaan apa pun. Beliau tetap setia dan konsisten hanya berinvestasi saham, meski situasi sedang krisis sekalipun. Beliau sejak muda dengan tekun mempelajari seluk-beluk saham dan menganalisanya dengan teliti. Setelah melewati masa pasang-surut di dunia investasi saham, walhasil saat ini nilai kekayaannya berkembang bukan hanya mencapai miliaran, bahkan mencapai triliunan rupiah!

Berdasarkan uraian di atas, dari beberapa jenis investasi yang telah disebutkan, maka anda mesti memilih mana yang paling anda minati, mana yang ingin anda perdalam seluk-beluknya, bukan sekedar ikut-ikutan tren, di mana saat anda memilih salah satu dari perangkat investasi tersebut, anda harus mengetahui posisi harga saat ini berada di level mana, dan akan bergerak ke arah mana kelak. 

Sebagai contoh, misalkan anda memilih berinvestasi saham, maka anda harus memiliki minat untuk mengetahui seluk-beluk saham, mulai dari cara bertransaksi beli-jual, menganalisa kinerja perusahaan dan menganalisa grafik pergerakan harga selama periode tertentu. Selain itu anda juga perlu memonitor faktor-faktor yang mempengaruhi naik-turunnya harga saham, seperti munculnya pandemi covid, kebijakan pemerintah, pergerakan harga komoditas, dan sebagainya. Untuk mempermudah mendapatkan informasi serta pengetahuan tersebut, anda bisa meminta bantuan teman yang bekerja di perusahaan sekuritas, atau anda dapat pula bergabung dalam suatu komunitas investor saham, di mana anda bisa saling sharing ilmu dan pengalaman berinvestasi bersama para investor lainnya.

Bila minat anda bukan berinvestasi saham melainkan jenis investasi yang lain, maka anda dapat melakukan hal yang sama dalam upaya mengetahui seluk-beluk investasi tersebut. (Kebetulan saat ini saya fokus berinvestasi saham saja).

Dengan demikian pertanyaan dari teman saya terjawab sudah, apapun jenis investasi yang kita jalankan, selama sesuai dengan minat kita, maka tentu akan menstimulus kita untuk mempelajari lebih dalam. Sehingga kita bisa mengetahui bagaimana cara memperoleh keuntungan yang optimal, serta bisa pula mengetahui bagaimana cara menghindari kerugian. 

"Minat dapat menstimulus keinginan untuk mempelajari seluk-beluk suatu investasi, hingga kita paham bagaimana cara memperoleh keuntungan dan menghindari kerugian."

Selain itu, mempelajari seluk-beluk suatu investasi apalagi secara detail, maka akan menghindarkan kita dari bentuk-bentuk investasi yang tidak jelas atau yang diistilahkan sebagai investasi bodong, yang tidak beda dengan judi berkedok investasi dan dijalankan secara canggih dengan sistem digital. Investasi-investasi semacam ini akhirnya berujung pada banyaknya korban yang mengalami kerugian besar, bahkan ada diantaranya yang mengalami stres berat.

Dari sini kita bisa memperoleh pembelajaran, mengapa mengetahui seluk-beluk berinvestasi merupakan hal yang sangat krusial sebelum kita benar-benar menggelontorkan dana ke suatu jenis investasi yang kita minati. Nah, persoalannya sekarang adalah, jika kita sudah memilih satu jenis investasi apakah kita boleh berinvestasi di jenis investasi yang lainnya? Karena ada sebagian orang yang berpandangan bahwa berinvestasi hendaknya tidak di satu tempat saja, atau yang dalam bahasa Inggrisnya "Don't put all your eggs in one basket." Dalam artian haruskah anda yang sudah memilih berinvestasi saham, juga harus memilih berinvestasi forex, crypto, emas, properti atau yang lainnya?

Menurut saya berinvestasi ke lebih dari satu perangkat investasi sah-sah saja dilakukan, sepanjang prinsip yang saya uraikan di atas benar-benar dijalani dan ditekuni dengan sebaik-baiknya. Misalkan anda memilih 2 jenis investasi, maka keduanya harus benar-benar dikuasai ilmunya secara mendalam. Namun jika anda kewalahan, maka sebaiknya pilih satu yang benar-benar anda minati. Jangan setengah-setengah yang berakibat anda bisa tergelincir, sebab konsentrasi yang terpecah cenderung akan membuat anda tidak berhasil di kedua investasi tersebut.

Terakhir, satu hal yang patut kita ingat bahwasanya usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Maka usaha atau kerja keras yang kita lakukan, meski awalnya susah namun suatu saat kelak akan memberikan banyak keuntungan bagi kita. Semua itu hanya soal waktu, tidak ada kesuksesan yang instan (yang instan hanya mie... hehehe). Jika ada yang mengatakan anda bisa menjadi miliarder dalam waktu singkat melalui suatu perangkat investasi, seperti yang menjadi trending beberapa waktu lalu, ternyata itu tidak lain adalah judi online yang berbungkus investasi. Di mana sang afiliator besar bisa kaya mendadak, sementara di lain pihak tidak sedikit yang menjadi korban dan justru mengalami kerugian besar!

Percayalah… tidak ada kesuksesan yang instan. Semua butuh proses untuk menuju ke puncak, bahkan bisa saja proses yang dilalui panjang dan berliku, hingga akhirnya posisi "financial freedom" bisa dicapai.

"Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Kerja keras suatu saat akan mencapai hasil, dan financial freedom suatu saat dapat terwujud."




* * * * * * *

*) Penulis adalah seorang Blogger, Content Creator, Investor, Automotive Lover, Digital Enthusiast, Strategic Management dan CorComm. Practicer.


Perhatian!
Dilarang keras meng-copy atau menyalin untuk keperluan apapun sebagian maupun seluruhnya dari tulisan karya “Made Kusumawati” tanpa seijin penulis!

Komentar

Artikel Populer di Blog ini

Cerita Inspiratif : Janganlah Sombong dan Meremehkan Orang Lain

Yuks Kita Belajar Sopan Santun Agar Menjadi Pribadi Yang Menyenangkan

Mengapa Orang Mudah Tergoda Investasi Bodong? Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong Agar Anda Terhindar

Mengenal Farel Prayoga, Penyanyi Cilik Yang Mengguncang Istana. Inspirasi Bagi Generasi Muda

Yuk Berpartipasi dalam Program Kampanye "Yuk Nabung Saham" Yang Dicanangkan oleh BEI (Bursa Efek Indonesia)

7 Cara Menghasilkan Uang dari Internet

Inilah 3 Pengibar Bendera Merah Putih Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945

Cerita Inspiratif : Jadilah Anak Yang Mandiri!

Cerita Inspiratif : Jangan Pernah Menagih Hutang!