Postingan

Menampilkan postingan dengan label Investasi dan Keuangan

Cara Jitu Mengatasi Faktor Emosional Bagi Investor Saat Harga Saham Anjlok!

Gambar
Salah satu saham yang mengalami penurunan drastis dari harga 900 hingga 475 (terendah) Penulis : Made Kusumawati *) Saat kita melakukan pembelian suatu saham tentu kita berharap harganya akan cenderung naik. Jika anda memilih menjadi seorang trader (berinvestasi untuk jangka pendek), maka tentunya anda berharap dalam 1-3 hari ke depan saham yang anda beli mengalami kenaikan, sehingga anda dapat menjualnya dengan keuntungan 2-5%. Sementara jika anda memilih menjadi investor jangka panjang, maka tentunya tidak masalah jika terjadi penurunan selama 1-3 hari, asalkan diikuti dengan rebound (kenaikan tinggi). Sehingga apabila saham di- hold dalam jangka waktu misalkan 3 bulan ke depan, maka akan memberikan keuntungan lumayan besar. Namun apa yang kita harapkan tidak selamanya sesuai harapan. Dalam situasi tertentu kita bahkan menjumpai hal-hal yang sangat mengecewakan. Yaitu penurunan drastis hingga menyentuh ARB (Auto Rejection Bawah) . Apalagi jika ARB terjadi bukan hanya sehari, mel...

Tips Memilih Perusahaan Sekuritas yang Tepat Bagi Investor Pemula

Gambar
Ruang Edukasi di Bursa Efek Indonesia (Dok. Pribadi). Penulis : Made Kusumawati *) Bagi anda investor pemula, saat memutuskan untuk memulai berinvestasi saham, maka langkah pertama yang mesti anda lakukan adalah mendaftar ke perusahaan Sekuritas. Mengapa? Karena kita tidak bisa membeli saham secara langsung ke BEI (Bursa Efek Indonesia), melainkan harus melalui perantara dalam hal ini perusahaan Sekuritas. Berdasarkan pengalaman yang saya jalani, berikut saya berikan tips memilih perusahaan Sekuritas. Pada dasarnya tidak ada ketentuan bahwa kita harus memilih perusahaan Sekuritas A, B, C atau D. Memilih perusahaan Sekuritas menurut saya ibarat memilih pasangan, 'cocok-cocokan'. Kita harus merasa nyaman bersamanya. Apalagi jika transaksi sering kita lakukan (kita berinvestasi untuk jangka pendek atau yang lebih populer disebut ' trading '), maka interaksi akan sering kita lakukan. Bisa dibayangkan jika kita tidak merasa nyaman bersamanya. Maka tentu akan mengganggu jalan...

ARB Simetris Akan Segera Diberlakukan, Berikut 4 Strategi Agar Terhindar dari Kerugian

Gambar
Source : Wikipedia Penulis : Made Kusumawati *) Seperti kita ketahui BEI sejak tanggal 4 April 2023 lalu telah memberlakukan jam perdagangan normal. Dan ke depannya BEI akan menormalisasi pula kebijakan ARB (Auto Rejection Bawah). Namun akan dilakukan secara bertahap. Untuk lebih jelasnya mengenai pemberlakuan kebijakan ini, dapat dibaca pada artikel yang sudah saya posting sebelumnya. Silakan klik judul artikel berikut : Jam Perdagangan BEI Kembali Normal 3 April 2023, ARB Simetris Akan Diberlakukan Bertahap Hingga September 2023 Sehubungan pemberlakuan kebijakan tersebut, tentunya anda sebagai investor terkhusus investor pemula akan bertanya-tanya : "Apa yang melatarbelakangi normalisasi kebijakan ini?" Jawabnya karena Pandemi Covid sudah mereda, dan aktivitas bisnis sudah kembali berjalan normal, maka jam perdagangan maupun kebijakan ARB perlu dinormalisasi atau dengan kata lain dikembalikan ke kebijakan sebelum Pandemi Covid. Seperti kita ketahui munculnya Pandemi Covid ...

Jam Perdagangan BEI Kembali Normal 3 April 2023, ARB Simetris Akan Diberlakukan Bertahap Hingga September 2023

Gambar
Source : Wikipedia Editor : Made Kusumawati *) (Disarikan dari berbagai sumber) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak memperpanjang kebijakan relaksasi yang ditetapkan di dalam POJK Kebijakan Covid-19, yang berakhir pada 31 Maret 2023 lalu. Ini berarti OJK menerapkan normalisasi kebijakan terhadap seluruh pelaku industri dan kegiatan di pasar modal untuk kembali mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku sebelum pandemi Covid-19, meliputi peraturan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (tanpa relaksasi). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon, Inarno Djajadi mengatakan, kebijakan normalisasi secara bertahap dilakukan seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 yang semakin membaik, serta telah dicabutnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Pemerintah. Berdasarkan surat edaran OJK Nomor S-68/D.04/2023, ada lima kebijakan relaksasi yang akan dikembalikan normal sebag...

Menentukan Portofolio Investasi Berdasarkan Sektor Industri, Guna Meminimalisir Risiko

Gambar
Source : pexels Penulis : Made Kusumawati *) Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan Sektor-Sektor Industri yang ada di BEI (Bursa Efek Indonesia) beserta definisinya.  Silakan klik judul di bawah ini apabila anda ingin membaca artikel tersebut : Inilah Sektor-Sektor Industri di BEI, yang Wajib Diketahui Investor Pemula Nah, pada artikel kali ini, saya akan menjelaskan berdasarkan pengalaman saya mengenai bagaimana menentukan portofolio investasi di pasar modal, dengan menggunakan sektor-sektor industri tersebut sebagai dasar pertimbangan, guna meminimalisir risiko. Seperti kita ketahui, berinvestasi di pasar modal mengandung risiko. Mereka yang mempersiapkan diri dengan mempelajari serta mengumpulkan berbagai informasi tentang pasar modal, maka dimungkinkan mereka akan mampu mengatasi berbagai situasi sulit dan mendapatkan cuan.  Salah satu yang patut dipelajari oleh investor pemula adalah meminimalisir risiko, dengan menentukan portofolio investasi secara cermat. Sebagai c...

BI Pertahankan Suku Bunga di Level 5,75% ; Indonesia Memiliki Ketahanan dalam Menghadapi Penutupan 3 Bank Besar AS

Gambar
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 15-16 Maret 2023 memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga acuan BI alias BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR), melainkan mempertahankannya di level 5,75% . Suku bunga deposit facility tetap dipertahankan pada level 5% dan suku bunga lending facility juga tetap di posisi 6,5% . "Keputusan ini konsisten dengan stance kebijakan moneter pre-emptive dan forward looking untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil RDG pada Kamis, 17 Maret 2023 di Jakarta. "Bank Indonesia meyakini bahwa BI7DRR sebesar 5,75% memadai untuk memastikan inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3,0±1% pada semester I 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3,0±1% pada semester II 2023," ungkapnya lagi. Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah juga terus diperkuat guna mengendalikan inflasi barang impor ( ...

Inilah Sektor-Sektor Industri di BEI, yang Wajib Diketahui Investor Pemula

Gambar
Source : Koleksi Pribadi Editor : Made Kusumawati *) (Materi disarikan dari situs BEI) Apakah anda seorang investor pemula yang baru atau belum lama berinvestasi di pasar modal? Jika jawabannya "ya", maka  anda perlu mengetahui sektor-sektor industri di BEI terdiri dari apa saja, beserta emiten-emiten yang tercakup di dalamnya. Mengapa mengetahui sektor-sektor industri ini begitu penting untuk diketahui? Jawabnya adalah karena sektor-sektor industri ini akan menentukan portofolio investasi anda. Apabila anda hendak membeli beberapa saham, sebaiknya tidak dalam satu sektor industri yang sama, guna meminimalisir risiko. Sehingga apabila tiba-tiba terjadi hal-hal buruk yang tidak terduga terhadap suatu sektor, maka hanya sebagian saja dana investasi anda yang terkena imbasnya. Hal ini mengingat investasi saham mengandung risiko yang harus diperhitungkan. Dan para investor yang sudah memperhitung-kan hal ini sejak awal, maka ia bisa terhindar dari kerugian besar. Pada artikel i...

Kenali Istilah Pompom Saham, Agar Kita Terhindar dari Salah Beli Saham!

Gambar
Source : pexels Penulis : Made Kusumawati *) (Disarikan dari berbagai sumber) Bagi anda investor pemula, pernahkah mendengar istilah pompom saham ? Demi keamanan dan kenyamanan bertransaksi saham, sebaiknya anda mengenal istilah pompom saham ini.  Kata pompom berasal dari kata pump and dump , di Amerika Serikat (AS) yang artinya ' pompa dan buang '. Hal ini dapat diibaratkan sebagai upaya ' memompa ' dalam rangka menaikkan harga suatu saham setinggi-tingginya, lantas ' membuang ' atau melepas saham tersebut dalam jumlah banyak sekaligus, sehingga menyebabkan harganya langsung anjlok! Celakanya lagi, dalam posisi harga di bawah, harga saham tersebut kecil kemungkinannya untuk naik tinggi lagi. Itu sebabnya mengapa mereka yang sudah terlanjur beli di harga tinggi (saat harga saham 'dipompa' naik), akan mengalami kerugian. Apalagi jika seorang investor membeli dalam jumlah banyak. Maka kerugian yang akan diderita lumayan besar! Mengapa pompom saham bisa ter...

IHSG Mengalami Penurunan di Akhir Perdagangan 2022, Pertama Kali Dalam 21 Tahun! Bagaimana Prospek IHSG di 2023?

Gambar
Editor : Made Kusumawati *) (Disarikan dari berbagai sumber) IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) pada perdagangan akhir tahun 2022, tepatnya pada tanggal 30 Desember 2022 ditutup di level 6850,62 atau mengalami penurunan tipis sebesar 0,14%. Di sepanjang tahun 2022 IHSG hanya mengalami kenaikan sebesar 4,09%. Sementara di tahun 2021 IHSG mengalami kenaikan sebesar 10,08%. IHSG yang selama 21 tahun selalu menghijau atau mengalami kenaikan di bulan Desember, kali ini harus mengalami penurunan dan prediksi terjadinya window dressing telah terpatahkan, setelah ditunggu-tunggu hingga 30 Desember 2022 tidak juga muncul! Beberapa hal yang dapat menyebabkan gagalnya w indow dressing, telah saya bahas di artikel sebelumnya. Silakan klik judul berikut untuk membacanya : Fenomena Window Dressing di Akhir Tahun. Akankah Terjadi Tahun ini? Simak Penjelasan Berikut Meskipun begitu, ada beberapa hal penting yang perlu dicatat dari IHSG, yang bisa jadi akan berpengaruh terhadap pergerakan IHSG di tah...