Menentukan Portofolio Investasi Berdasarkan Sektor Industri, Guna Meminimalisir Risiko

Source : pexels

Penulis : Made Kusumawati *)


Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan Sektor-Sektor Industri yang ada di BEI (Bursa Efek Indonesia) beserta definisinya. 

Silakan klik judul di bawah ini apabila anda ingin membaca artikel tersebut :

Nah, pada artikel kali ini, saya akan menjelaskan berdasarkan pengalaman saya mengenai bagaimana menentukan portofolio investasi di pasar modal, dengan menggunakan sektor-sektor industri tersebut sebagai dasar pertimbangan, guna meminimalisir risiko.

Seperti kita ketahui, berinvestasi di pasar modal mengandung risiko. Mereka yang mempersiapkan diri dengan mempelajari serta mengumpulkan berbagai informasi tentang pasar modal, maka dimungkinkan mereka akan mampu mengatasi berbagai situasi sulit dan mendapatkan cuan. 

Salah satu yang patut dipelajari oleh investor pemula adalah meminimalisir risiko, dengan menentukan portofolio investasi secara cermat.

Sebagai contoh misalkan anda hendak meminimalisir risiko dengan membeli 5 saham yang berbeda. Sebab menurut anda jikalau semua dana investasi anda belikan satu saham saja, maka apabila terjadi hal-hal tak terduga, misalkan adanya suatu kejadian atau musibah sedemikian rupa sehingga membuat harganya tiba-tiba anjlok, maka anda akan mengalami kerugian besar. Apalagi jika satu-satunya saham yang anda pegang disuspensi (dihentikan perdagangannya) oleh BEI, maka seluruh dana investasi anda tidak bisa diapa-apakan. Diambil pun tidak bisa!

Selanjutnya muncul pertanyaan, apakah kita boleh memilih saham apa saja asalkan terdiri dari 5 saham?

Jawabnya tentu saja tidak.

Sebab jika kelimanya merupakan saham Sektor Energi misalnya, maka apabila tiba-tiba harga komoditas energi anjlok, maka nilai uang yang anda investasikan otomatis akan anjlok juga! Oleh karena umumnya harga saham di sektor industri yang sama atau lebih tepatnya sub sektor industri yang sama pergerakannya akan seirama, kecuali jika ada yang anomali. Tapi itu jarang sekali terjadi.

Nah, dari sinilah terlihat pentingnya memencar saham-saham yang kita miliki ke dalam beberapa sektor industri yang berbeda.

Dari 5 saham yang akan kita beli, tidak mesti dipencar ke 5 sektor. Bisa saja dipencar ke dalam 3 atau 4 sektor industri. Tentunya harus berdasarkan analisa terlebih dahulu, sektor-sektor industri mana saja yang patut dipilih.

Berikut diberikan langkah-langkah untuk memilih sektor maupun sub sektor industri dalam rangka menentukan portofolio investasi :


1. Lakukan analisa terhadap perkembangan situasi terlebih dahulu. Sehingga kita bisa memprediksi sektor-sektor industri mana saja yang akan mengalami penurunan dan kenaikan dalam waktu dekat ini. 

Apabila anda ingin memegang saham dalam jangka panjang, anda harus mengetahui prospek dari sektor-sektor industri untuk jangka waktu paling tidak 6 bulan hingga setahun ke depan.

Untuk kondisi ekonomi lebih dari setahun, menurut saya terlalu lama. Kita tidak tahu persis seperti apa, mengingat situasi ekonomi maupun politik baik di negara kita maupun global begitu dinamis. Sebagai contoh, beberapa bulan lalu kita tidak pernah mengira 3 bank besar di Amerika Serikat (AS) akan ambruk, dan mempengaruhi pasar saham global!

2. Perlu diingat bahwasanya ada sektor maupun sub sektor industri yang boleh dibilang lumayan stabil sepanjang tahun, misalnya Sektor Perbankan. Ada juga yang pada periode tertentu pergerakannya lebih bagus dibanding periode lainnya, seperti Sektor Ritel dan Makanan, yang umumnya mengalami kenaikan saat menjelang Lebaran. Ada juga sektor yang booming di saat tertentu, seperti Sektor Kesehatan, yang beberapa emitennya sempat mengalami kenaikan harga signifikan sewaktu kasus covid sedang tinggi-tingginya beberapa waktu lalu.

3. Berdasarkan poin 1 dan 2 di atas, maka pemilihan sektor industri mesti disesuaikan dengan style anda dalam berinvestasi. Apakah anda adalah seorang trader yang berinvestasi saham untuk jangka pendek, ataukah anda lebih memilih menjadi swinger yang berinvestasi untuk jangka menengah, atau investor yang berinvestasi untuk angka panjang?

Seperti dituliskan di atas, diasumsikan anda hendak membeli 5 saham untuk mengisi portofolio investasi anda. Kemudian berdasarkan pertimbangan-pertimbangan akhirnya anda memutuskan untuk memilih 3 sektor industri, yaitu Sektor Perbankan, Sektor Ritel dan Sektor Energi.

4. Untuk efisiensi, anda tidak perlu mengamati semua saham di ketiga sektor industri tersebut. Melainkan pilihlah 4-5 saham saja di masing-masing sektor industri tersebut, yang selama ini menurut anda bereputasi bagus. 

Kemudian lakukan analisa perbandingan baik dari sisi fundamental maupun teknikal, sedemikian rupa sehingga didapatkan 5 saham yang anda yakin patut dikoleksi.

Sebagai contoh, misalkan salah satu sektor industri yang anda pilih adalah Sektor Perbankan. Ada lumayan banyak saham yang berada di sektor ini. Anda bisa mengeceknya di link berikut :

Daftar Saham Beserta Sektor Industrinya

Guna efesiensi analisa, maka pilih beberapa saham perbankan yang sepengetahuan anda bereputasi baik atau perkembangan bisnisnya bagus.

Katakanlah anda memilih 5 emiten perbankan, seperti : BBCA, BBNI, BBRI, BBTN, BBYB.

Lakukan analisa fundamental maupun teknikal terhadap kelima emiten Perbankan tersebut.

Untuk bank digital seperti BBYB, sebaiknya anda tidak hanya melihat kinerja yang sudah lalu. Sebaiknya prospek bisnis ke depan juga diperhitungkan, dengan mencari informasi-informasi terkait hal-hal yang dilakukan manajemen untuk pengembangan bisnis ke depan.

Dari kelima saham yang anda analisa tersebut, lantas anda memutuskan untuk memilih 2 saham yang menurut anda akan segera memberikan profit dalam waktu dekat. Atau jikalau anda memutuskan untuk jangka panjang, kedua saham tersebut pergerakannya dalam posisi uptrend.

Lakukan hal yang sama untuk Sektor Ritel dan Sektor Energi yang sebelumnya sudah anda pilih juga. Sehingga pada akhirnya terpilih 5 saham yang siap anda beli.

5. Setelah anda membeli 5 saham sesuai hasil analisa anda. Maka apabila suatu hari ada 1 atau 2 saham yang mengalami kenaikan hingga mencapai TP (Target Price) yang telah anda prediksikan, dan lantas anda memutuskan untuk segera menjualnya, maka dana hasil penjualan saham tersebut dapat anda belikan lagi saham lainnya, yaitu dengan melakukan analisa terhadap sektor-sektor industri terlebih dahulu sesuai langkah-langkah yang telah diuraikan di atas.

Demikian seterusnya hingga dana investasi anda terus berkembang.

Selamat mencoba, dan semoga sukses.




* * * * * * *

*Penulis adalah seorang Blogger, Content Creator, Investor, Automotive Lover, Digital Enthusiast, dan CorComm. Practicer.


Perhatian!
Dilarang keras meng-copy atau menyalin untuk keperluan apapun sebagian maupun seluruhnya dari tulisan karya “Made Kusumawati” tanpa seijin penulis!


Komentar

Artikel Populer di Blog ini

Cerita Inspiratif : Janganlah Sombong dan Meremehkan Orang Lain

Tips Memilih Investasi yang Sesuai Minat dan Karakter Pribadi

Yuks Kita Belajar Sopan Santun Agar Menjadi Pribadi Yang Menyenangkan

Mengapa Orang Mudah Tergoda Investasi Bodong? Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong Agar Anda Terhindar

Mengenal Farel Prayoga, Penyanyi Cilik Yang Mengguncang Istana. Inspirasi Bagi Generasi Muda

Yuk Berpartipasi dalam Program Kampanye "Yuk Nabung Saham" Yang Dicanangkan oleh BEI (Bursa Efek Indonesia)

7 Cara Menghasilkan Uang dari Internet

Inilah 3 Pengibar Bendera Merah Putih Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945

Cerita Inspiratif : Jadilah Anak Yang Mandiri!

Cerita Inspiratif : Jangan Pernah Menagih Hutang!