Yuks Kita Belajar Sopan Santun Agar Menjadi Pribadi Yang Menyenangkan

 
Source : pexels

1. Jangan menelpon seseorang berturut-turut. Sebab jikalau tidak dijawab, berarti orang tersebut sedang ada hal yang penting. Cobalah berkirim pesan setelah itu dan tanyakan kapan waktu yang tepat untuk menelpon.

2 . Jangan sesekali memesan menu yang mahal saat ditraktir. Tapi cobalah minta agar orang yang mentraktir untuk memilihkan menu.

3. Saat bertemu atau kumpul-kumpul bersama teman, janganlah bertanya hal-hal yang membuat seseorang jadi merasa tidak nyaman, seperti : 

"Oh, belum menikah ya? Umur sudah berapa nih?"
"Belum ada anak yah? Kan sudah lama menikah?"
"Kenapa masih belum bekerja? Kan sudah lama lulus?"
"Kenapa belum punya rumah sendiri?"

Semua itu pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi. Tidak perlu ditanyakan, dan bukan urusan kita.

4. Saat masuk/keluar rumah atau gedung upayakan buka dan pegangkan pintu untuk orang di belakang kita, terutama orang tua atau ibu yang sedang menggendong anak. Tidaklah rugi membantu untuk memudahkan orang lain.

5. Berhati-hatilah dalam bercanda. Sebab tidak semua orang bisa menerima candaan kita. Bisa saja orang tersebut sedang berduka atau sedang ada masalah, bisa juga candaan kita merupakan hal yang sensitif baginya. Jika nampak orang tersebut kurang suka, hentikan. Jangan diulang lagi.

6. Saat menerima pesan, balas walaupun terlambat atau sedang sibuk. Ingat, bukan kita saja yang sibuk. Balas pesan saat mempunyai waktu, dan mohon maaf lah atas keterlambatannya.

7. Beri pujian pada seseorang di depan orang ramai, tetapi beri kritikan secara pribadi dan saat kita hanya berdua dengan orang tersebut. Usahakan untuk menambah kebaikan, bukan membuka aib orang di depan umum.

8. Jangan membuat rencana di depan mereka yang tidak diajak atau tidak diikutsertakan. Pastikan mereka yang mendengar rencana adalah orang-orang yang akan berpartisipasi. Usahakan jangan membuat kecewa orang lain.

9. Hormati seseorang pada nilainya, bukan pada jabatan atau posisinya. Seorang tukang cuci, tukang kebun, pemulung, layak dilayani sama seperti seorang bos perusahaan, sebab mereka sama-sama manusia. Layanan kita yang penuh adab adalah cerminan nilai dalam diri kita.

* * * * * * *

Semoga kita dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari agar kita menjadi pribadi yang menyenangkan di lingkungan sekitar kita.




Komentar

Artikel Populer di Blog ini

Cerita Inspiratif : Janganlah Sombong dan Meremehkan Orang Lain

Tips Memilih Investasi yang Sesuai Minat dan Karakter Pribadi

Mengapa Orang Mudah Tergoda Investasi Bodong? Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong Agar Anda Terhindar

Mengenal Farel Prayoga, Penyanyi Cilik Yang Mengguncang Istana. Inspirasi Bagi Generasi Muda

Yuk Berpartipasi dalam Program Kampanye "Yuk Nabung Saham" Yang Dicanangkan oleh BEI (Bursa Efek Indonesia)

7 Cara Menghasilkan Uang dari Internet

Inilah 3 Pengibar Bendera Merah Putih Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945

Cerita Inspiratif : Jadilah Anak Yang Mandiri!

Cerita Inspiratif : Jangan Pernah Menagih Hutang!