Tips Memulai Berinvestasi Saham Bagi Pemula (Bagian 1)
![]() |
| Ruang Edukasi di Bursa Efek Indonesia (Dok. Pribadi). |
Penulis : Made Kusumawati *)
Apapun profesi yang anda jalani saat ini, apakah sebagai pengusaha, pekerja mandiri ataupun karyawan, jikalau anda mampu menyisihkan sebagian penghasilan anda secara rutin hingga suatu hari jumlahnya lumayan banyak, maka tentu akan terbersit dalam benak anda untuk menginvestasikan sebagian daripadanya ke suatu perangkat investasi yang menurut anda lebih menguntungkan jika dibandingkan hanya disimpan di rekening tabungan bank.
Pastinya anda ingin jumlah tabungan anda tersebut dapat meningkat pesat nilainya, dan suatu saat kelak dapat memberikan kesejahteraan bagi anda dan keluarga anda. Terlebih dalam situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian belakangan ini, di mana untuk mendapatkan penghasilan tinggi bukanlah hal mudah, ditambah kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, tentu akan mendorong sebagian orang untuk mengembangkan nilai tabungannya di atas tingkat suku bunga bank, atau lebih tepatnya mendorong orang untuk berinvestasi.
Ada beberapa perangkat investasi yang bisa menjadi pilihan, mulai dari emas, properti, saham, reksa dana, forex, crypto currency. Namun dalam hal ini kita hanya akan membahas investasi di pasar modal dalam bentuk saham, yang merupakan salah satu perangkat investasi yang menarik.
Mengapa berinvestasi saham menarik, khususnya saat suku bunga bank rendah?
Jawabnya karena berinvestasi saham dapat memberikan tingkat keuntungan yang tinggi dalam waktu singkat, khususnya jika kita membeli saham-saham yang berprospek bagus.
Sementara itu, saham termasuk jenis investasi yang likuid (mudah dicairkan) jika dana tiba-tiba kita butuhkan. Di mana saat ini BEI menerapkan periode transaksi T+2, yang artinya jika kita menjual saham yang kita miliki maka dua hari kemudian dana cash sudah tersedia di rekening saham kita, dan dapat langsung kita withdraw (tarik). Ditambah lagi sekarang semua sudah serba online, maka semua itu bisa dilakukan tanpa kita harus keluar rumah. Atau bagi mereka yang sibuk bekerja di kantor, dapat melakukannya di tempat kerja saat waktu luang, tanpa mengganggu aktivitas kerja.
Ini yang membuat berinvestasi saham menjadi menarik di era digital seperti sekarang ini, jika dibandingkan misalnya dengan investasi emas dan properti. Di mana jika kita memerlukan dana, maka kita mesti meluangkan waktu dan tenaga untuk mencari peminat yang mau membeli emas atau properti kita. Ditambah lagi dengan urusan administrasi yang terkadang lumayan 'ribet' saat bertransaksi properti.
Dengan demikian boleh dibilang berinvestasi saham tidak 'ribet' jika dibandingkan bentuk investasi seperti disebutkan di atas, khususnya dalam hal proses jual-beli. Apalagi saat ini semua sudah serba online, tentu akan semakin mempermudah kita untuk mendaftar dan memenuhi persyaratan administrasi yang diperlukan. Kemudian saat bertransaksi beli-jual saham tinggal buka aplikasi yang sudah tersedia di ponsel. Demikian pula untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan saham yang hendak kita beli, serta melakukan analisa, semua bisa dilakukan di perangkat yang bernama ponsel.
Namun di lain pihak kita harus mengetahui bahwasanya berinvestasi saham bukan tanpa risiko, seperti kata pepatah "high return high risk", yang artinya di balik tingkat keuntungan yang tinggi terkandung tingkat risiko yang tinggi pula!
Bagi mereka yang merasa tidak 'sreg' dengan jenis investasi yang berisiko tinggi, maka akan lebih baik jika mengurungkan niat berinvestasi saham. Namun tidaklah demikian bagi mereka yang menganggap risiko sebagai suatu challenge, maka tentunya berinvestasi saham menjadi sesuatu yang menarik. Anggap saja ibarat melewati jalan berlubang dan banyak kerikil tajam. Perlu strategi jitu untuk melaluinya agar terhindar dari celaka. Demikian pula halnya dengan berinvestasi saham, perlu penguasaan ilmu dan ketahanan mental (dalam hal ini kesabaran) untuk bisa meraih keuntungan optimal.
Oleh karena itu, penting bagi kita yang hendak memulai berinvestasi saham untuk mengetahui tahapan-tahapan dan tata cara berinvestasi di pasar modal, agar tidak terjadi kesalahan fatal yang berakibat kerugian.
Berikut diberikan penjelasan mengenai tahapan-tahapannya, dan mengingat penjelasan cukup panjang, maka tulisan ini diturunkan dalam empat bagian. Karena itu jangan lupa untuk juga membaca bagian kedua hingga bagian keempat hingga tuntas. Semoga bermanfaat.
1. Kenali Karakter dan Tujuan Anda Berinvestasi
Dalam upaya mengenali karakter pribadi anda dalam berinvestasi, maka tidak ada salahnya jika anda terlebih dahulu membaca tulisan saya yang sudah di-posting sebelumnya sebagai referensi, berjudul :
(Silakan klik 👆 untuk membaca artikel tersebut).
Yang dimaksud kenali karakter dan tujuan berinvestasi di sini adalah anda mesti melakukan semacam self assessment atau bertanya pada diri sendiri terlebih dahulu tentang seberapa besar minat dan kemampuan anda dalam berinvestasi saham, sebelum anda benar-benar melakukan investasi.
Berikut beberapa pertanyaan yang dapat anda jawab terkait karakter dan tujuan berinvestasi.
A. Apakah tujuan saya berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan yang besar atau lebih tinggi daripada tingkat suku bunga bank?
B. Apakah saya tipikal seseorang yang menyukai risiko dan siap menanggungnya di kemudian hari?
C. Apakah saya memiliki waktu dan kesempatan untuk mempelajari ilmu dan teknik-teknik serta strategi dalam berinvestasi saham?
Bagaimana, apa jawaban anda?
Jika anda menjawab "ya" untuk ketiga pertanyaan tersebut, berarti anda tergolong seseorang yang cocok untuk berinvestasi saham. Mengapa? Berikut diberikan penjelasannya.
Poin A dan B terkait prinsip investasi yang sudah disebutkan di atas, yaitu "high risk high return", di mana tidak ada suatu jenis investasi yang mampu memberikan tingkat profit tinggi tanpa adanya faktor risiko. Para investor maupun trader yang handal dan berpengalaman sekalipun bukan berarti mereka tidak pernah mengalami kerugian atau melakukan kesalahan dalam membeli saham. Umumnya mereka pernah mengalaminya! Namun yang membuat mereka berhasil meraih profit tinggi dan menjadi kaya dari saham adalah, karena mereka mampu mengelola dengan baik keuntungan dan kerugian sedemikian rupa, sehingga keuntungan yang didapat jauh lebih banyak dibanding kerugian.
Kenapa hal ini bisa terjadi?
Karena di dunia per-saham-an analisa-analisa yang dilakukan dengan berbagai tool dan metodologi, bisa saja jadi menyimpang jika tiba-tiba terjadi perubahan situasi, entah karena adanya perubahan kebijakan pemerintah, terjadi bencana yang tidak dapat dihindari, atau kondisi emiten (perusahaan terbuka) yang berubah, misalnya adanya pergantian petinggi secara tiba-tiba, aset yang terbakar atau rusak, naik turunnya kurs dolar terhadap rupiah sementara perusahaan banyak melakukan pembelian bahan baku dari luar negeri dalam mata uang asing. Dan masih banyak lagi situasi yang dapat mempengaruhi analisa yang sudah kita lakukan. Di mana kita dituntut untuk cepat beradaptasi terhadap perubahan keadaan tersebut.
Nah, penjelasan di atas juga berkaitan dengan poin C. Di mana mereka yang sudah berhasil meraih keuntungan besar dari berinvestasi saham umumnya adalah mereka yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang boleh dibilang mumpuni. Dalam artian mereka mampu melewati masa pasang-surutnya bursa dengan baik dan tetap menghasilkan profit.
Jadi tidak mungkin tiba-tiba mereka menjadi investor atau trader sukses tanpa adanya usaha atau kerja keras. Hal ini mengingatkan kita pada prinsip bahwasanya tidak ada kesuksesan yang instan (sebab yang instan cuma mie. 😊) Kemauan untuk terus memperdalam ilmu dan pengalaman menjadi salah satu poin penting untuk menunjang keberhasilan dalam berinvestasi saham.
Berdasarkan uraian di atas, anda mesti menyimpulkan sendiri apakah saham adalah jenis investasi yang tepat bagi karakteristik pribadi anda. Jika tepat, maka anda dapat melanjutkan ke langkah selanjutnya, yaitu memilih perusahaan Sekuritas yang cocok buat anda, yang akan dibahas di Bagian Kedua.
(Klik 👆 untuk baca artikel tersebut)
* * * * * * *
*Penulis adalah seorang Blogger, Content Creator, Investor, Automotive Lover, Digital Enthusiast, Strategic Mgmt and CorComm. Practicer.
Perhatian!
Dilarang keras meng-copy atau menyalin untuk keperluan apapun sebagian maupun seluruhnya dari tulisan karya “Made Kusumawati” tanpa seijin penulis!
Dilarang keras meng-copy atau menyalin untuk keperluan apapun sebagian maupun seluruhnya dari tulisan karya “Made Kusumawati” tanpa seijin penulis!

Komentar
Posting Komentar