Kisah Anak Lelaki yang Menawarkan Ikan Arwana Milik Pamannya
Suatu hari seorang anak lelaki remaja diminta membersihkan aquarium milik pamannya. Saat membersihkan aquarium tersebut, tetiba matanya tertuju pada ikan arwana berwarna biru. Dengan takjub anak lelaki remaja tersebut memandangi ikan arwana yang sangat menawan.
Tak sadar ia kalau sang paman berdiri di belakangnya.
“Kamu tahu berapa harga ikan itu?” Tanya sang paman.
“Tidak tahu, Paman,” jawab si anak lelaki.
“Coba kamu tawarkan ke tetangga sebelah!” Perintah sang paman.
Lantas anak lelaki tersebut memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangga sebelah.
Tak berapa lama kemudian, ia kembali menemui sang paman.
“Ditawar berapa?” Tanya sang paman.
“50.000 Rupiah, Paman,” jawab si anak lelaki remaja tersebut mantap.
“Nah, sekarang coba tawarkan ke toko ikan hias di pasar.” Perintah sang paman lagi.
“Baiklah Paman”, jawab si anak remaja tersebut. Lantas ia bergegas menuju ke toko ikan hias sesuai permintaan pamannya.
“Berapa ia tawar harga ikan arwana itu?” Tanya sang paman.
“800.000 Rupiah, Paman,” jawab si anak lelaki dengan gembira. Ia mengira pamannya akan melepas ikan itu ke pedagang ikan hias.
“Sekarang coba kamu tawarkan ke bos Eric yang pengusaha sukses itu. Sekalian bawa sertifikat ini sebagai bukti kalau ikan arwana yang kamu tawarkan pernah ikut lomba.” Perintah sang paman lagi.
“Baik paman,” jawab si anak lelaki, yang kemudian ia buru-buru pergi menemui bos Eric.
Setelah menemui bos Eric, si anak lelaki tersebut kembali menemui sang paman.
“Berapa bos Eric menawar harga ikannya?”
“Sungguh di luar dugaan, Paman. Bos Eric menawar 80 juta Rupiah!” Sang anak lelaki remaja tersebut berkata dengan keheranan lantaran ikan yang sama ditawar dengan harga yang berbeda-beda.
“Ketahuilah Nak, sebenarnya aku sedang mengajarkanmu bahwasanya keberadaanmu akan dihargai ketika kamu berada di lingkungan yang tepat.
Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita.
Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita.
Kita adalah orang yang istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita.
Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian terhadap kita.
Kita adalah orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang tidak suka sama kita.
Pada akhirnya setiap orang memiliki pandangannya masing-masing terhadap diri kita. Karena itu, tak usahlah kita bersusah payah berupaya agar terlihat baik di mata orang. Melainkan berusahalah untuk terus berbuat kebaikan dan melakukan yang terbaik, sehingga orang akan menilai dirimu sesuai perbuatan dan prestasimu.

Komentar
Posting Komentar