Cerita Inspiratif : Kisah Handuk Basah yang Membawa Kebaikan
Alkisah seorang istri memiliki suami yang punya kebiasaan meletakkan handuk basah begitu saja di atas kasur selesai mandi.
Menyaksikan kebiasaan ini, sang istri sering ngomel pada suaminya. Namun sang suami tidak berubah juga kelakuannya.
Sang istri pun berupaya mencari cara lain agar bisa merubah kebiasaan suaminya. Akhirnya sang istri mengganti cara dengan menyindirnya.
"Hmm... bagus sekali ada handuk basah di tempat tidur!" Ujar sang istri dengan nada suara sinis.
Lantas keesokan harinya sang istri menyindir lagi, "Kapan ya handuk basah ini bisa jalan sendiri ke jemuran?"
Dengan apa yang telah diperbuat sang istri, apakah suaminya serta merta langsung berubah?
Ternyata jawabannya "tidak". Bahkan sang suami makin sebel mendengar omelan dan sindiran istri setiap hari.
Betapa sulitnya merubah kebiasaan orang lain, meski itu suami sendiri. Apalagi jika hal tersebut sudah menjadi kebiasan sejak kecil.
Lumayan lama juga sang istri merenung, mencoba mencari jalan keluar yang baik, yang tentunya tidak menyulut emosi sang suami seperti sebelum-sebelumnya. Akhirnya sang istri mengubah pola pikirnya, yaitu dengan menegur secara halus.
Keesokan harinya sang istri berkata,
"Oke, baiklah handuk basah ini akan menjadi permadaniku di surga nanti. Makin banyak aku memindahkan handuk basah ke jemuran, maka makin banyak pula bentangan permadani indahku di surga."
Sejak itu setiap kali melihat handuk basah tergeletak di kasur, sang istri hanya tersenyum dan bergegas menjemurnya tanpa mengeluh lagi.
Waktupun berlalu....
Entah sudah berapa kali sang istri melakukan hal tersebut. Dan suatu ketika sang istri kaget. Tidak ada lagi handuk basah di kasurnya.
Tak percaya dengan apa yang dilihatnya, lantas bergegas sang istri berjalan menuju tempat jemuran. Ternyata handuk basah tersebut sudah menggantung di jemuran. Sang istri pun mengelus dada tanda lega.
Rupanya melihat keikhlasan istrinya, akhirnya sang suami tergerak untuk menjemur sendiri handuk basahnya seusai mandi.
* * * * * * *
Moral dari cerita ini :
Tidak mudah untuk merubah kebiasaan maupun pola pikir orang lain. Apalagi jika dilakukan dengan pemaksaan, terkadang malah membuat yang bersangkutan makin jadi dan terkadang emosi.
Karena itu, langkah yang lebih baik adalah dengan memberi contoh "Ubahlah diri kita terlebih dahulu, sebelum mengubah orang lain".
Dengan cara yang penuh kelembutan dan keikhlasan, watak yang keras dan ego yang tinggi niscaya suatu saat akan luluh lantak. Dan pada akhirnya bersedia untuk berubah.
Semoga menginspirasi!

Komentar
Posting Komentar