Belajar dari Kesuksesan Raksasa Bisnis Dunia ; Kolaborasi, Mudah Beradaptasi, Rendah Hati, Kerja Keras, dan Pantang Menyerah


Cerita 1 :

Nokia, yang lebih dari dua dekade lalu pernah menjadi sebuah perusahaan ponsel terkemuka dunia, menolak tawaran kerjasama Android di tahun 2011, karena dianggap sebagai system newbie yang tidak lebih baik dari Windows yang mereka gunakan, dan menganggap Android tidak akan sukses.

Yahoo sempat menolak tawaran Google di tahun 2002, dengan alasan kemahalan. Dan saat itu reputasi Google masih dianggap 'anak bawang' oleh Yahoo. Namun seiring berjalannya waktu, hal tak terduga terjadi!

Pamor Nokia tenggelam dalam sekejap, dikalahkan oleh Android. Hal yang sama terjadi pada Yahoo, yang terlibas oleh Google. Bahkan saat ini reputasi Google jauh di atas Yahoo, yang dikenal sebatas penyedia layanan email.

Hikmah dari kejadian ini :

Sukses milik siapa saja yang memiliki keberanian mengambil risiko, mengikuti perubahan, mampu beradaptasi dengan keadaan yang dinamis, serta tidak merendahkan orang lain. Sebab boleh jadi seseorang yang kita anggap lebih rendah dari kita saat ini, bisa jadi di masa depan menjadi jauh lebih hebat dan bahkan mampu berada di depan kita.

Cerita 2 :

Facebook memutuskan mengakuisisi Whatsapp pada 2014, dan mengakuisisi Instagram pada 2012, yang sebelumnya adalah kompetitor, meskipun saat itu baik Whatsapp maupun Instagram tergolong newbie, dan reputasinya berada jauh di bawah Facebook.

Namun faktanya saat ini, dengan integrasi ketiganya (Facebook, Whatsapp dan Instagram) telah menjadi 3 raksasa aplikasi media sosial yang tidak terkalahkan dengan value akumulatif lebih dari 1000 triliun.

Hikmah yang dapat dipetik dari kejadian ini :

Kesuksesan bisa diraih dengan merangkul pesaing, menjadikannya sebagai kolega untuk bersama-sama berjuang mencapai goal dan visi yang dicita-citakan. Hingga sulit ditandingi oleh pihak-pihak lain, oleh karena jejaring yang terbentuk sudah sedemikian kuat.

Dalam hal ini menganggap kompetitor sebagai musuh yang harus dilawan, tidaklah selalu benar. Sukses dengan bekerjasama atau berkolaborasi menjadikan bisnis lebih kuat.

Cerita 3 :

Bill Gates mendirikan Microsoft di usia 21 tahun, Mark Zuckerberg mendirikan Facebook di Usia 22 tahun, Jack Ma mendirikan Alibaba di usia 35 tahun, demikian halnya dengan Jeff Bezos mendirikan Amazon di usia 35 tahun. Sementara itu Ray Kroc mendirikan Mc.Donalds di usia 52 tahun, John Pemberton menemukan Coca Cola diusia 55 tahun, dan Harland Sanders membangun kesuksesan KFC-nya di usia 65 tahun.

Semua perusahaan yang disebutkan di atas, sekarang ini adalah perusahaan raksasa dan disegani di seluruh dunia.

Hikmah yang bisa diambil dari cerita ini :

Usia hanyalah sebuah angka. Jangan jadikan usia sebagai penghalang untuk maju. Merasa terlalu muda untuk memulai usaha sehingga menunda-nunda, atau sebaliknya merasa terlalu tua sehingga ragu akan kemampuan dan energi yang masih dimiliki. Pikiran itu harus diabaikan jika ingin maju. Sebab peluang sukses milik siapa saja tanpa batasan usia.

Dalam hal ini psikologi anda sendiri yang menciptakan batasan untuk memulai sesuatu, sehingga akhirnya tidak tergerak untuk mencapai goal atau cita-cita.

Cerita 4 :

Brenda Barnes, CEO Sara Lee, mengawali karirnya sebagai seorang pelayan restoran siap saji. Sementara Indra Noyii, CEO Pepsi.co mengawali karirnya sebagai operator produksi di sebuah pabrik kimia Jhonson&Jhonson di India.

Beberapa tahun kemudian kedua nama tersebut mendapat gelar dari Forbes sebagai dua wanita paling powerful dan berpengaruh besar pada dunia bisnis saat ini.

Hikmah yang bisa diambil dari fakta ini :

Tidak satu orang pun yang bisa memprediksi masa depan kita. Jangan berkecil hati jikalau saat ini kita berada di bawah. Bekerja keraslah dan jangan berputus asa. Suatu hari kita akan memetik hasilnya. Jadi semua tergantung diri kita, kontrol ada di tangan kita bukan orang lain.

Cerita 5 :

Perusahaan produsen luxury car, Lamborghini, bisa eksis dan semakin sukses karena 'balas dendam' seorang pembuat traktor yang ditertawakan dan dilecehkan oleh Enzo Ferrari, pendiri luxury car brand, Ferrari.

Berkat kerja keras akhirnya Lamborghini dianggap sebagai merk kendaraan yang lebih prestisius dan memiliki harga lebih mahal dibanding Ferrari, walaupun lebih muda dan keduanya tergolong luxury car brand.

Hikmah yang bisa diambil dari kejadian ini :

Hadapi hinaan dan cemoohan orang dengan sabar dan ikhlas, anggap saja sebagai bagian dari perjalanan hidup. Namun di sisi lain jadikanlah itu sebagai penyemangat dalam berusaha menggapai cita-cita. Buktikanlah bahwa kita juga bisa menjadi sukses dan bahkan mampu melampaui kesuksesan orang yang dulu pernah menghina dan melecehkan kita. Inilah yang disebut sebagai 'balas dendam' yang positif.

Kesimpulan dari kelima cerita di atas :

Bekerja keras lah dan pantang menyerah. Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak pernah akan kembali. Jangan pernah takut dengan kegagalan. Jika terjatuh, segeralah bangkit dan meneruskan perjuangan. Berko
laborasi dengan pihak lain, meskipun selama ini mereka adalah lawan kita, akan membuat kita semakin kuat dan besar.

Semoga menginspirasi!



Komentar

Artikel Populer di Blog ini

Cerita Inspiratif : Janganlah Sombong dan Meremehkan Orang Lain

Tips Memilih Investasi yang Sesuai Minat dan Karakter Pribadi

Yuks Kita Belajar Sopan Santun Agar Menjadi Pribadi Yang Menyenangkan

Mengapa Orang Mudah Tergoda Investasi Bodong? Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong Agar Anda Terhindar

Mengenal Farel Prayoga, Penyanyi Cilik Yang Mengguncang Istana. Inspirasi Bagi Generasi Muda

Yuk Berpartipasi dalam Program Kampanye "Yuk Nabung Saham" Yang Dicanangkan oleh BEI (Bursa Efek Indonesia)

7 Cara Menghasilkan Uang dari Internet

Inilah 3 Pengibar Bendera Merah Putih Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945

Cerita Inspiratif : Jadilah Anak Yang Mandiri!

Cerita Inspiratif : Jangan Pernah Menagih Hutang!