Cerita Inspiratif : Betapapun Rendahnya Kita, Tetap Bermakna di Mata Sang Pencipta

Source : Pexels

Teman-teman, dalam kehidupan ini seringkali kita menjumpai orang yang merendahkan orang yang lain hanya karena ia miskin atau berpangkat rendah.

Terkadang kita tidak menyadari bahwasanya setiap manusia diciptakan berbeda-beda oleh Yang Maha Kuasa, tujuannya untuk saling melengkapi, saling melindungi, saling tolong-menolong antar sesama. Sehingga tidak ada seorang manusia pun yang tidak berguna di muka bumi ini.

Cerita inspiratif berikut bisa dijadikan sebagai bahan perenungan bagi kita mengenai hakekat kehidupan di muka bumi ini. Tiada yang tidak berguna, sekalipun ia seorang Pemulung.

* * * * * * *

Suatu hari ibu guru bertanya kepada murid-muridnya, "Anak-anak, menurut kalian siapakah Tuhan itu?"

Salah seorang muridnya bernama Anto, yang ayahnya seorang Hakim menanggapi, "Tuhan itu adalah Hakim yang mengadili orang jahat."

Kemudian Aryo yang ayahnya seorang Dokter menjawab, "Tuhan adalah seorang Dokter yang bisa menyembuhkan segala penyakit."

Lantas temannya, Lucky yang anak Konglomerat tidak mau kalah. Ia berkata, "Tuhan adalah yang bisa memberikan segalanya."

Semua murid-murid yang ditanya umumnya menjawab dari perspektif mereka terhadap pekerjaan ayah masing-masing.

Maka tibalah giliran Udin yang ditanya oleh ibu guru, tentunya dengan pertanyaan yang sama seperti yang lain. Ibu guru tahu bahwasanya Udin tidak semapan teman-temannya yang hidup serba berkecukupan. Udin nampak tertunduk saat bu guru menghampirinya, seraya hendak mendapatkan jawaban dari Udin.

"Udin, apa jawabanmu?"

Dengan suara pelan Udin menjawab bahwa Tuhan itu Pemulung.

Lantas, tiba-tiba seisi kelas menjadi ricuh....

Murid-murid lainnya mempertanyakan, bagaimana bisa Tuhan itu seperti Pemulung?

Lalu untuk meredam kericuhan, ibu guru mencoba menggali pernyataan Udin, kenapa ia sampai mengatakan bahwa Tuhan itu Pemulung?

Perlahan Udin menengadahkan kepala, lantas berkata bahwa seorang Pemulung mengambil barang-barang yang tidak berguna, mengumpulkannya, lalu membersihkannya, sehingga menjadi berguna.

Ayah saya juga memungut saya dari jalanan, kemudian membawa saya pulang ke rumahnya. Saya diasuh, disekolahkan, dan dididiknya hingga menjadi berguna. Jika ayah saya tidak mengambil saya, entah jadi apakah nasib saya sekarang di jalanan. Demikianlah mengapa saya mengatakan Tuhan seperti Pemulung, yang mengambil yang tidak berguna dan menjadikannya berguna.

Seisi kelas yang semula ricuh seketika terdiam, dan tanpa terasa ibu guru meneteskan air mata mendengar penjelasan Udin tadi. Lalu dipeluknya sang murid dengan erat sambil menangis terharu.

Seisi kelas pun menjadi ikut terharu, dan tanpa terasa mulai terdengar isakan bahkan sampai sesenggukan. 😢😢😢

* * * * * * *

Moral dari cerita ini :

Tuhan tidak memandang siapa kita. Kaya atau miskin, terpandang maupun tidak terpandang, tinggi atau rendah jabatan kita, semua bermakna di mata Tuhan. Hanya kita manusia yang tanpa disadari kerap mengkotak-kotakkan manusia dan memperlakukannya berbeda.



Komentar

Artikel Populer di Blog ini

Cerita Inspiratif : Janganlah Sombong dan Meremehkan Orang Lain

Tips Memilih Investasi yang Sesuai Minat dan Karakter Pribadi

Yuks Kita Belajar Sopan Santun Agar Menjadi Pribadi Yang Menyenangkan

Mengapa Orang Mudah Tergoda Investasi Bodong? Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong Agar Anda Terhindar

Mengenal Farel Prayoga, Penyanyi Cilik Yang Mengguncang Istana. Inspirasi Bagi Generasi Muda

Yuk Berpartipasi dalam Program Kampanye "Yuk Nabung Saham" Yang Dicanangkan oleh BEI (Bursa Efek Indonesia)

7 Cara Menghasilkan Uang dari Internet

Inilah 3 Pengibar Bendera Merah Putih Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945

Cerita Inspiratif : Jadilah Anak Yang Mandiri!

Cerita Inspiratif : Jangan Pernah Menagih Hutang!