Kenali Tipe-Tipe Suhu Saham, Agar Anda Tidak Salah Jalan dalam Berinvestasi
Penulis : Made Kusumawati *)
Dalam berinvestasi saham, khususnya bagi para pemula, tentu membutuhkan bimbingan dari pakar yang sudah lebih dulu menggeluti dunia investasi saham, serta memiliki ilmu yang mumpuni dan segudang pengalaman.
Kita bisa saja belajar secara otodidak, namun jika ada seseorang yang dapat membimbing kita ke jalan yang 'benar', tentu keberhasilan akan lebih mudah diraih. Itu sebabnya kita perlu seorang guru atau yang di dunia per-saham-an kerap dipanggil dengan sebutan 'suhu'.
Menimba ilmu dari seorang atau beberapa orang suhu bisa dilakukan dengan mengikuti berbagai pelatihan. Anda juga bisa bergabung ke dalam suatu grup/komunitas yang berisi para investor maupun trader saham, baik di grup WA, Telegram hingga grup FB. Selain itu, anda juga bisa mem-follow akun medsos beberapa pakar atau suhu saham.
Suhu saham sepengamatan saya selama ini ada beberapa tipe. Belum tentu semua suhu dapat mentransfer ilmu sesuai dengan harapan kita. Karena itu jika kita sudah terlanjur memasuki suatu grup/komunitas saham, tiba-tiba di tengah jalan kita merasa ada hal-hal yang kurang 'sreg', maka janganlah ragu untuk berputar haluan mencari yang lain.
Bagi para investor pemula, berikut saya berikan gambaran 4 tipe suhu saham, berdasarkan apa yang saya alami dan amati selama menjadi investor. Silakan pilih yang terbaik dan yang paling sesuai dengan tujuan investasi anda.
1. Suhu PHI
1. Suhu PHI
Yang dimaksud suhu PHI, yaitu suhu Pemberi Harapan Indah. Suhu seperti ini menjanjikan keuntungan besar jika kita bersedia bergabung ke dalam grup/komunitasnya, dan juga apabila kita mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakannya.
Jangan mudah tergoda dengan janji manis promosi seperti ini. Sebab jika ditelaah dengan logika, untuk apa kita bersusah payah bekerja di suatu institusi/perusahaan, dan untuk apa pula kita capek-capek membangun usaha dari nol? Mending kita gabung saja ke komunitas si suhu dan mengikuti berbagai panduan dan pelatihan yang diadakannya. Karena dijamin bakal untung berlipat-lipat!
Tentu saja tidak semua orang bakal langsung bersedia meninggalkan karir yang selama ini ditekuninya. Sebab mereka yang berpikir pakai logika, pasti sudah tahu kalau segala jenis investasi, mulai dari investasi saham, reksadana, dan sebagainya, pastilah mengandung risiko.
Namun mempelajari dengan tekun, baik secara teori maupun praktik, ditambah kesabaran saat melakukan perdagangan saham, maka kita bukan hanya bisa terhindar dari kerugian, bahkan kita juga bisa meraih keuntungan sedikit demi sedikit.
Jadi dari penjelasan di atas, dalam berinvestasi khususnya berinvestasi saham, tidak bisa bersifat instan. Hanya dengan mengikuti pelatihan sekali dua kali, lantas anda menjadi miliarder!
Jikalau ada yang menjanjikan seperti ini, maka boleh lah dia kita sebut sebagai suhu PHI (Pemberi Harapan Indah).
2. Suhu Follow Me
2. Suhu Follow Me
Yang saya maksud suhu Follow Me, yaitu suhu yang mengajak bergabung ke dalam grup/komunitasnya. Kemudian ia memberikan panduan-panduan maupun berbagai informasi, lantas ia memberikan pula rekomendasi saham-saham yang bagus untuk dibeli. Katakanlah ia merekomendasikan saham X (bisa juga ia memberikan rekomendasi lebih dari satu saham).
Lalu suhu tersebut dengan gencarnya memberikan hasil analisa keunggulan dari saham X ini. Yang tentunya dari sudut pandangnya, dengan tujuan agar murid-muridnya tertarik untuk membeli.
Padahal diam-diam ia sudah 'nyetok' saham tersebut duluan. Dan segera menjualnya apabila harganya naik.
Lantas murid-murid yang baru saja membeli saham X, bisa saja mendapati harganya mengalami penurunan setelahnya. (Maksudnya setelah sang suhu dan beberapa murid-muridnya yang sudah pengalaman juga ikut keluar dari saham X tersebut).
Dalam hal ini sang suhu hanya memberikan rekomendasi beli, dengan ditunjang berbagai analisa keunggulan dari saham-saham yang ia rekomendasikan. Namun sang suhu lupa untuk memberikan rekomendasi titik stop loss, manakala tiba-tiba harga saham berbalik arah.
Inilah yang kerap membuat para newbie, bukannya meraih keuntungan, tapi kerap 'nyangkut' di harga tertentu. Dan butuh waktu lama menanti harga saham berada di atas harga beli, sehingga sang newbie bisa menjualnya dengan keuntungan. Namun parahnya lagi apabila saham yang sudah terlanjur dibeli, ternyata tidak kunjung naik. Malah cenderung turun terus. Bisa saja cut loss terpaksa dilakukan!
3. Suhu Arogan
Suhu tipe ini biasanya tergolong memiliki banyak ilmu, hanya saja ia kerap meremehkan kemampuan suhu-suhu ataupun para investor lainnya. Dan kerap kali ia menganggap bahwa hasil analisanya lah yang terbaik dan bakal memberikan keuntungan besar bagi murid-muridnya.
Hal ini ia lakukan bukan hanya agar sang murid terpesona dengan kehebatannya, namun tentunya ia berharap agar makin banyak yang bersedia gabung di grup/komunitasnya atau mengikuti pelatihan-pelatihan yang ia selenggarakan.
Perlu diketahui bahwasanya di dalam melakukan analisa dan prediksi terhadap suatu saham, masing-masing pakar memiliki perspektif yang berbeda-beda. Ada yang cenderung lebih mempertimbangkan faktor fundamental dan kinerja emiten. Ada pula yang cenderung lebih mempertimbangkan sisi teknikal.
Dalam melakukan analisis teknikal pun, ada beberapa perspektif lagi, tergantung tool-tool analisa yang digunakan. Dan seperti kita ketahui tool-tool analisa teknikal lumayan banyak, mulai dari Moving Average (MA), Moving Average Convergence Divergence (MACD), Candle Stick, Bollinger Bands, Stochastic, dan sebagainya.
Dalam menghasilkan keakuratan analisa, para pakar saham umumnya menggabungkan beberapa tool analisa teknikal tersebut, dan ada yang menambahkan dengan analisa fundamental, serta analisa kondisi ekonomi yang mempengaruhi.
Nah, dari penjelasan tersebut di atas, jelas ada berbagai macam cara menganalisis suatu saham. Jadi tidak perlu kita meremehkan kemampuan orang lain atau metodologi yang diimplementasikan orang lain. Oleh karena masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. Jikalau beberapa kali hasil analisa kita tepat, bukan berarti kita tidak pernah salah alias meleset. Bisa saja suatu saat hasil analisa kita tidak tepat. Sebab tidak ada yang sempurna di dunia ini.
Dan jikalau kita sudah terlanjur arogan, bukan mustahil apabila suatu saat hasil analisa kita meleset, maka untuk menjaga image terpaksalah kita menutup-nutupi kekeliruan tersebut atau mengalihkan ke hal lain, sehingga orang akan melupakan apa yang telah kita rekomendasikan.
Sebagai contoh misalkan seorang suhu memberikan rekomendasi suatu saham, yang berdasarkan hasil analisanya bagus. Namun beberapa hari kemudian ternyata saham yang ia rekomendasikan harganya malah tak kunjung naik.
Untuk menutupi kekurangannya ini, ada suhu yang berupaya mengalihkan perhatian kita ke saham yang lain. Dengan tujuan agar kita melupakan saham yang telah ia rekomendasi-kan kemarin.
Namun manakala saham yang ia rekomendasi-kan melejit harganya, maka serta merta sang suhu berkoar-koar membanggakan keunggulan hasil analisanya. Dan terkadang hal tersebut ia lakukan sambil meremehkan kemampuan orang lain yang tidak sepemikiran dengannya.
4. Suhu Ngajak Belajar
Suhu yang terakhir ini tidak menjanjikan sesuatu yang manis atau yang indah-indah kepada para calon investor atau investor pemula. Ia menyadari bahwasanya berinvestasi saham mengandung risiko. Karena itu ia mengajak para muridnya untuk mempelajari berbagai ilmu dan metodologi analisis saham, mulai dari analisis fundamental, teknikal, intermarket, hingga prospek bisnis suatu emiten. Selain itu ia juga tidak pelit berbagi pengalaman dengan para murid-muridnya, guna memperkaya wawasan mereka.
Ia berkeyakinan apabila para murid memiliki ketekunan dalam mempelajari analisa saham, serta mau belajar dengan sungguh-sungguh dari para suhu yang berpengalaman, maka suatu saat mereka akan mampu menghasilkan keuntungan yang lumayan besar. Dan bahkan bisa mensejahterakan kehidupannya dan keluarganya kelak.
Suhu semacam ini boleh dibilang suhu yang ideal untuk dijadikan sarana berguru. Namun tentunya bukan hal mudah untuk menemukannya. Sehingga dalam upaya menemukannya, kita harus jeli dan tidak segan-segan bertanya kepada mereka yang sudah terlebih dahulu menemukannya.
Akan tetapi, bukan berarti ketiga tipe suhu di atas tidak patut dijadikan sebagai tempat berguru. Dari kelebihan dan kekurangan seseorang, maka ambillah kelebihannya saja. Sementara kekurangannya atau hal-hal negatif daripadanya mending dibuang jauh-jauh.
Sehingga dari sini kita bisa mendapatkan manfaat ilmu dari berbagai sumber, yang kelak berguna untuk meraih profit dari investasi saham, bukan hanya dalam jangka pendek, tapi juga jangka panjang.
* * * * * * *
*Penulis adalah seorang Blogger, Content Creator, Investor, Automotive Lover, Digital Enthusiast, dan CorComm. Practicer.
Perhatian!
Dilarang keras meng-copy atau menyalin untuk keperluan apapun sebagian maupun seluruhnya dari tulisan karya “Made Kusumawati” tanpa seijin penulis!
Dilarang keras meng-copy atau menyalin untuk keperluan apapun sebagian maupun seluruhnya dari tulisan karya “Made Kusumawati” tanpa seijin penulis!

Komentar
Posting Komentar