Mengenal Jadwal Perdagangan Saham di BEI, dan Strategi Jual-Beli Saham

Source : cleanpng

Penulis : Made Kusumawati *)


Jadwal perdagangan saham di BEI wajib diketahui oleh para investor, khususnya investor pemula. Oleh karena segala transaksi jual-beli di bursa tentu harus mengikuti aturan jadwal yang sudah ditentukan oleh BEI. Dan di luar jadwal tersebut transaksi dianggap tidak sah. Hal ini mengingat kegiatan di bursa efek diawasi oleh lembaga pengawas, yaitu Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Selama jadwal perdagangan yang telah ditetapkan tersebut, investor dapat memasukkan permintaan beli dan penawaran jual saham di harga yang telah ditentukan masing-masing. Lantas jika berubah pikiran, maka investor dapat merubah harga beli dan penawaran jual, selama masih berada di dalam jadwal perdagangan.

Jadwal perdagangan saham yang berlaku saat ini mengalami perubahan dari masa sebelum pandemi, sebagai bentuk adaptasi terhadap situasi investasi selama masa pandemi covid-19. Di mana pihak BEI telah mengeluarkan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00031/BEI/03-2020 perihal Perubahan Waktu Perdagangan atas Transaksi Bursa, dan Nomor: Kep-00061/BEI/07-2021 perihal Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Jadwal perdagangan tersebut dapat dibaca pada uraian di bawah ini.

Catatan : saya hanya mencantumkan jadwal perdagangan di Pasar Reguler saja, di mana investor (khususnya investor ritel) umumnya melakukan transaksi jual-beli di pasar jenis ini, sementara jika anda ingin mengetahui jadwal perdagangan secara keseluruhan untuk jenis-jenis pasar yang lainnya, silakan kunjungi situs BEI di : www.idx.co.id


Jam Perdagangan Pasar Reguler

Hari perdagangan : Senin - Jumat
Sesi I : pukul 09:00:00 s/d 11:30:00
Sesi II : pukul 13:30:00 s/d 14:59:59

Untuk Pasar Reguler menggunakan sesi Pra-Pembukaan, Pra-Penutupan, dan Pasca Penutupan, yang dilakukan setiap Hari Bursa dengan jadwal sebagai berikut :


1. Pra-Pembukaan

08:45:00 - 08:59:00 : Anggota Bursa Efek memasukkan penawaran jual dan atau permintaan beli.

08:59:01 - 08:59:59 : JATS melakukan proses pembentukan Harga Pembukaan dan memperjumpakan penawaran jual dengan permintaan beli pada Harga Pembukaan berdasarkan price dan time priority.

2. Pra-Penutupan

14:50:00 - 14:58:00 : Anggota Bursa Efek memasukkan penawaran jual dan atau permintaan beli.

14:58:01 - 15:00:00 : Rentang waktu penutupan perdagangan secara acak.

15:00:01 - 15:00:59 : JATS melakukan proses pembentukan Harga Penutupan dan memperjumpakan penawaran jual dengan permintaan beli pada Harga Penutupan berdasarkan price dan time priority.

3. Pasca Penutupan

15:01:00 - 15:15:00 : Anggota Bursa Efek hanya dapat memasukkan penawaran jual dan atau permintaan beli pada Harga Penutupan, dan JATS memperjumpakan penawaran jual dengan permintaan beli untuk Efek yang sama secara keseluruhan maupun sebagian berdasarkan time priority.

JATS : Jakarta Auto Trading System


Terkait jadwal perdagangan saham tersebut di atas (sumber : Bursa Efek Indonesia), berikut saya coba berikan strategi jual-beli saham, khususnya bagi investor pemula :

1. Selama sesi I maupun sesi II, anda bisa memasukkan permintaan beli dan atau penawaran jual sesuai trading plan yang sudah anda buat. 

2. Apabila tiba-tiba terjadi perubahan situasi (khususnya situasi yang buruk), jangan langsung panik. Carilah informasi terlebih dahulu ke sumber informasi yang selama ini paling anda percayai, misalkan pihak Sekuritas tempat anda mendaftar, atau seorang ahli yang anda kenal dan selama ini anda percayai. Kemudian lakukan analisa sejenak sebelum mengambil keputusan, apakah mau cutloss terhadap saham yang sedang anda pegang. 

Sementara apabila saham sedang dalam proses permintaan beli (belum matched), maka dalam menyikapi perubahan situasi sebaiknya transaksi anda batalkan dulu. Setelah anda mencari informasi terpercaya dan melakukan analisa sejenak, lantas kesimpulannya anda tetap akan membeli saham tersebut, maka permintaan beli dapat dimasukkan kembali.

3. Saat Pra-Pembukaan, sebaiknya digunakan untuk memasukkan penawaran jual di harga yang menurut anda profit-nya sudah sesuai yang anda targetkan. Sehingga begitu sesi I dimulai dan tiba-tiba harga saham melonjak naik, maka saham tersebut bisa langsung terjual. Jadi anda tidak menyesal apabila setelah naik, tiba-tiba harga saham turun kembali. Sementara apabila sesi I mulai berjalan saham yang anda tawarkan belum matched, maka anda tidak perlu memasukkan lagi penawaran jual.

Sebaliknya anda perlu berhati-hati jika hendak memasukkan permintaan beli suatu saham pada sesi Pra-Pembukaan, oleh karena jika sesi I dimulai dan saham tersebut sudah terbeli (sudah matched) lantas tiba-tiba harganya anjlok, dan bahkan mengalami ARB (Auto Rejection Bawah), maka perlu waktu untuk menunggu hingga harganya naik kembali. Atau bisa saja anda terpaksa melakukan cutloss, apabila setelah dianalisa ternyata harga saham tidak akan segera naik. Oleh karena itu, membeli saham akan lebih baik dilakukan saat sesi I dimulai. Kecuali jika anda bermaksud membeli untuk jangka panjang. Dan sebelumnya anda sudah menganalisa bahwasanya harga beli yang anda masukkan sudah tergolong murah, maka memasukkan permintaan beli di Pra-Pembukaan boleh-boleh saja dilakukan. Karena tujuannya memang untuk disimpan dalam jangka waktu lama. 

4. Saat Pra-Penutupan, anda bisa memasukkan permintaan beli jika saham yang anda incar dalam posisi akan naik (sesuai hasil analisa teknikal), atau masih berpotensi akan naik lagi meskipun hari ini sudah naik lumayan tinggi. Ini yang disebut sebagai buy di sore hari dan sell di besok pagi.

Demikian pula apabila hendak menjualnya, anda bisa memasukkan penawaran jual terhadap saham yang anda pegang di harga yang sesuai target profit anda. (Dalam hal ini anda tidak bersifat greedy, dalam artian berharap dapat profit sesuai target saja. Terlebih jika diprediksi keesokan hari harga saham ada potensi akan turun).


Bagi anda yang berniat investasi saham untuk jangka panjang, tentunya keempat saran di atas tidak berlaku. Setelah anda melakukan analisa, kemudian memutuskan untuk membeli suatu saham, maka waktunya dapat dilakukan kapan saja (bisa di Pra-Pembukaan, sesi I, sesi II, maupun Pra-Penutupan). 
Hal yang sama juga dapat dilakukan saat hendak menjualnya, apabila harga sudah mencapai yang anda targetkan, maka anda dapat segera menjualnya. Namun meskipun untuk jangka panjang, mendapatkan saham di harga terbaik, tentunya kelak akan memberikan potensi keuntungan yang optimal.




* * * * * * *

*Penulis adalah seorang Blogger, Content Creator, Investor, Automotive Lover, Digital Enthusiast, dan CorComm. Practicer.


Perhatian!
Dilarang keras meng-copy atau menyalin untuk keperluan apapun sebagian maupun seluruhnya dari tulisan karya “Made Kusumawati” tanpa seijin penulis!

Komentar

Artikel Populer di Blog ini

Cerita Inspiratif : Janganlah Sombong dan Meremehkan Orang Lain

Tips Memilih Investasi yang Sesuai Minat dan Karakter Pribadi

Yuks Kita Belajar Sopan Santun Agar Menjadi Pribadi Yang Menyenangkan

Mengapa Orang Mudah Tergoda Investasi Bodong? Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong Agar Anda Terhindar

Mengenal Farel Prayoga, Penyanyi Cilik Yang Mengguncang Istana. Inspirasi Bagi Generasi Muda

Yuk Berpartipasi dalam Program Kampanye "Yuk Nabung Saham" Yang Dicanangkan oleh BEI (Bursa Efek Indonesia)

7 Cara Menghasilkan Uang dari Internet

Inilah 3 Pengibar Bendera Merah Putih Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945

Cerita Inspiratif : Jadilah Anak Yang Mandiri!

Cerita Inspiratif : Jangan Pernah Menagih Hutang!