Cerita Inspiratif : Filosofi Paku
Cerita inspiratif berikut dapat menjadi bahan perenungan bagi kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari, khususnya dalam berinteraksi dengan teman-teman, keluarga, dan orang yang kita sayangi.
* * * * * * *
Ada seorang pria yang setiap kali marah atau kesal ia menancapkan sebuah paku dengan menggunakan palu di sebatang kayu. Hampir setiap hari saat marah atau kesal ia melakukan hal tersebut. Hingga batang kayu tersebut nyaris dipenuhi dengan paku.
Suatu hari ia menyesali perbuatannya. Maka sebagai wujud rasa penyesalan, ia berupaya untuk mencabut setiap paku yang sudah ia tancapkan. Hingga akhirnya tidak ada sebatang paku pun yang menancap di kayu tersebut.
Namun lihatlah sekarang batang kayu tersebut! Meskipun sudah tidak ada sebatang paku pun yang menancap, tapi kayu tersebut kini dipenuhi dengan lubang-lubang bekas paku.
Ilustrasi ini bisa diibaratkan dengan seseorang yang kerap membuat kita kesal atau menyakiti hati kita terus-menerus hingga membuat kita sedih dan kecewa. Saat orang tersebut menyadari akan kesalahan-kesalahan yang sudah diperbuatnya, memang sangatlah mudah untuk diberi maaf. Namun ke depannya keadaan tentu tidak akan sama dengan sebelumnya. Keharmonisan hubungan yang pernah tercipta, sulit untuk dibangkitkan kembali, sebab luka di hati tentu bukan hal mudah untuk diobati.
Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam perkataan dan perbuatan. Hargailah seseorang yang perduli dan menyayangi kita, dan bukan justru sebaliknya. Sebab mengembalikan keadaan seperti semula tidak semudah membalikkan telapak tangan....

Komentar
Posting Komentar