Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal 3 Tahun 2022 Capai Lebih 5%. Indonesia Menuju Pemulihan Ekonomi
Berdasarkan press release yang dikeluarkan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) pada hari Senin, 7 November 2022, perekonomian Indonesia pada kuartal 3 tahun 2022 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp5.091,2 triliun atau atas dasar harga konstan mencapai Rp2.976,8 triliun.
Ekonomi Indonesia kuartal 3-2022 terhadap kuartal sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 1,81% (Q-to-Q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,12%. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,22%.
Ekonomi Indonesia kuartal 3-2022 terhadap kuartal 3-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 5,72% (Y-on-Y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,81%. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,64%.
Secara spasial, perekonomian Indonesia pada kuartal 3-2022 mengalami peningkatan di seluruh provinsi, di mana kelompok provinsi di Pulau Jawa menjadi penyumbang utama dengan kontribusi sebesar 56,30% dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,76% (Y-on-Y).
Kepala BPS, Margo Yuwono mengatakan, selama 4 kuartal belakangan tren pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat. Hal ini menunjukkan pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut dan semakin kuat.
"Ini tentu saja merupakan pencapaian atau prestasi dari seluruh masyarakat Indonesia yang di tengah kondisi global yang tidak menentu, kita masih bisa menjaga pertumbuhan ekonomi kita dan bahkan trennya menunjukkan semakin menguat," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (7/11/2022).
Kendati demikian, dia tidak dapat memastikan pertumbuhan ekonomi yang semakin baik ini apakah akan menghapus ancaman resesi ke depannya.
Oleh karena itu, diharapkan kondisi global ke depannya akan terus membaik sehingga ekspor Indonesia semakin meningkat, dan terus dapat melanjutkan pertumbuhan ekonomi ke depannya.
Pertumbuhan PDB Indonesia pada kuartal 3-2022 lebih tinggi dibandingkan China (+3,9% YoY) dan AS (+1,81% YoY), tetapi lebih rendah dibandingkan Vietnam yang mencapai +13,7% YoY.
Di sisi lain, Kepala BPS, Margo Yuwono menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat dari 6% pada 2021 menjadi 3,2% pada 2022.
Dampaknya, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang didorong oleh ekspor berpotensi tertekan akibat perlambatan ekonomi mitra dagang terbesarnya yaitu China. Per September 2022, BPS mencatat bahwa China berkontribusi sebesar 26,23% dari total ekspor non migas Indonesia.

Komentar
Posting Komentar